<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dyanwidyastanto&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://dyanwidyastanto.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dyanwidyastanto.wordpress.com</link>
	<description>budidaya jamur</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Jan 2012 06:55:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dyanwidyastanto.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/a7315317496a4f5ac07fd0ec0adc197a?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Dyanwidyastanto&#039;s Blog</title>
		<link>http://dyanwidyastanto.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dyanwidyastanto.wordpress.com/osd.xml" title="Dyanwidyastanto&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dyanwidyastanto.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Budidaya Jamur Ling Zhi</title>
		<link>http://dyanwidyastanto.wordpress.com/2011/11/30/budidaya-jamur-ling-zhi/</link>
		<comments>http://dyanwidyastanto.wordpress.com/2011/11/30/budidaya-jamur-ling-zhi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 03:27:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dyanwidyastanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budidaya jamur ling zhi]]></category>
		<category><![CDATA[budidaya jamur ling zhi]]></category>
		<category><![CDATA[jamur ajaib]]></category>
		<category><![CDATA[jamur ling zhi]]></category>
		<category><![CDATA[khasiat jamur ling zhi]]></category>
		<category><![CDATA[obat herbal]]></category>
		<category><![CDATA[raja obat herbal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dyanwidyastanto.wordpress.com/?p=276</guid>
		<description><![CDATA[          Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia mungkin belum mengenal tentang jamur ling zhi. Jamur ini bukan jamur yang dapat dikonsumsi langsung seperti jamur tiram, merang, shitake,dll. Jamur ling zhi (Ganoderma lucidum) sudah dikenal luas di berbagai negara, terutama di negara negara produsen dan konsumen terbesar obat obat herbal atau tradisional, seperti China, Jepang dan korea. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dyanwidyastanto.wordpress.com&amp;blog=7590241&amp;post=276&amp;subd=dyanwidyastanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">          Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia mungkin belum mengenal tentang jamur ling zhi. Jamur ini bukan jamur yang dapat dikonsumsi langsung seperti jamur tiram, merang, shitake,dll. Jamur ling zhi (<em><a class="zem_slink" title="Lingzhi mushroom" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lingzhi_mushroom" rel="wikipedia">Ganoderma lucidum</a></em>) sudah dikenal luas di berbagai negara, terutama di negara negara produsen dan konsumen terbesar obat obat herbal atau tradisional, seperti China, Jepang dan korea. Menurut buku Pengobatan Herbal Tiongkok, ling zhi tercantum sebagai bahan obat nomor satu dari 365 bahan obat lainnya. Karena itu, ling zhi dijuluki sebagai jamur ajaib, jamur seribu khasiat, jamur abadi, dan raja herbal yang ajaib.</p>
<div id="attachment_304" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://dyanwidyastanto.wordpress.com/2011/11/30/budidaya-jamur-ling-zhi/100_3863/" rel="attachment wp-att-304"><img class="size-medium wp-image-304" title="Jamur Ling zhi " src="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/11/100_3863.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Jamur Ling zhi (Ganoderma lucidum)</p></div>
<p style="text-align:justify;">              Di tanah air, produk herbal dari ling zhi sudah banyak beredar di pasaran, baik produk impor maupun domestik. Sayangnya jumlah petani jamur ling zhi di Indonesia terbilang masih sedikit. Budidaya ling zhi mungkin masih dianggap sebagai suatu usaha baru, spekulatif dan beresiko. Hal ini bisa disebabkan oleh kurangnya informasi, sosialisasi, pengetahuan, keragu raguan dan sebagainya. Karena peluang pasar jamur ling zhi masih besar, tidak ada salahnya kita belajar budidaya jamur ini.</p>
<p style="text-align:justify;">               Berikut ini akan diuraikan tahap tahap budidaya jamur ling zhi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>A.  Media Tanam<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya banyak jenis media tanam yang bisa digunakan untuk menanam jamur ling zhi, seperti serbuk sabut kelapa, serbuk kayu, jerami padi, ampas tebu, kapas, dll. Namun hal hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media tanam adalah segi ekonomisnya, baik menyangkut biaya, kualitas maupun cara memperolehnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan pengalaman, media untuk pembuatan jamur ling zhi menggunakan formula sebagai berikut.</p>
<p style="text-align:justify;">-  Serbuk kayu sengon ( gergajian) 100 %</p>
<p style="text-align:justify;">-  Kapur pertanian ( dolomit) atau kapur bangunan ( dolosit) 3%</p>
<p style="text-align:justify;">-  Bekatul 15%</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut ini cara menyiapkan media tanam untuk budidaya jamur ling zhi.</p>
<p style="text-align:justify;"> 1.  Campur serbuk kayu, kapur, dan bekatul hingga rata.</p>
<p style="text-align:justify;">2.  Tambahkan air hingga kandungannya 60%, lalu campur rata. Ketepatan presentase air tersebut ditamdai dengan kondisi media yang bila digenggam tidak keluar airnya dan ketika dilepas tidak pecah.</p>
<p style="text-align:justify;">3.  Sterilkan atau komposkan dulu media taman. Caranya, tutup media dengan plastik selama 3-7 hri. Tujuannya, agar spora2 jamur patogen mati karena suhu media mencapai 70&#8242;C, dan agar campuran media tadi terurai. Kadar air untuk media baglog jamur ling zhi adalah 50 &#8211; 55%, dan setelah dikomposkan kadar air dalam media akan turun.</p>
<p style="text-align:justify;">4.  Buka plastik media setelah 3-7 hri, lalu masukkan media ke dalam polybag dengan kepadatan 70%. Sebaiknya gunakan kantong plastik polypropylene (PP). Ketebalan plastik 0,5 mm dengan ukuran 20 x 30 cm atau 18 x 35 cm .</p>
<p style="text-align:justify;">5.  Padatkan media di dalam kantong plastik hingga berbentuk seperti botol (baglog).</p>
<p style="text-align:justify;">6.  Pasang ring di leher kantong plastik, lalu sumbat menggunakan kapas dan pasang penutup baglog agar air tidak masuk ke dalam baglog sat diuapi. Baglog siap disterilisasi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>B.  Sterilisasi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah semua baglog siap, pekerjaan selanjutnya adalah sterilisasi baglog dalam bak pengukus, atau ruang cor beton atau drum. Prinsip kerjanya relatif sederhana, yakni memanfaatkan panas uap air. Proses sterilisasi ini membutuhkan waktu 8-10 jam pada suhu 105-110&#8242;C. Ketika suhu ruangan telah mencapai 100&#8242;C, pertahankan selama 3-5 jam. Tapi tungu dulu, lamanya waktu sterilisasi ini tergantung pada volume ruangan untuk sterilisasi baglog dan besar kecilnya api.  Dengan ruangan yang lebih kecil (misal drum yang ditingkat hingga atas), maka waktu sterlisasi bisa lebih cepat karena ruangan yang diuapi lebih kecil. Dan gunakan api yang besar dalam kondisi tetap stabil selama masa sterilisasi, agar tekanan dan panas tidak turun drastis. Jika turun drastis dalam waktu lama, biasanya bakteri dan jamur2 patogen akan bertahan hidup. Itu artinya baglog anda tidak steril dan gagal. Setelah selesai sterilisasi, buka penutup dan diamkan beberapa jam.</p>
<div id="attachment_291" class="wp-caption aligncenter" style="width: 252px"><a href="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/11/sterilisasi-sederhana-kapasitas-180-185-baglog.jpg"><img class="wp-image-291 " title="sterilisasi sederhana dengan drum, kapasitas 180-185 baglog." src="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/11/sterilisasi-sederhana-kapasitas-180-185-baglog.jpg?w=242&#038;h=181" alt="" width="242" height="181" /></a><p class="wp-caption-text">sterilisasi sederhana dengan drum, kapasitas 180-185 baglog.</p></div>
<div id="attachment_293" class="wp-caption aligncenter" style="width: 250px"><a href="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/11/pakai-kayu1.jpg"><img class=" wp-image-293 " title="Pakai kayu" src="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/11/pakai-kayu1.jpg?w=240&#038;h=180" alt="" width="240" height="180" /></a><p class="wp-caption-text">Pakai kayu</p></div>
<p style="text-align:justify;"><strong>C.  Inokulasi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Baglog yang sudah disterilisasi di bawa ke ruang inokulasi atau ruang pengisian bibit. Pembibitan paing bagus pada kondisi suhu baglog masih hangat hangat tai ayam, atau suhu antara 32-39&#8242;C. Jika terlalu dingin, pertumbuhan miselium akan terhambat meskipun bisa tumbuh. Sebaiknya ruangan inokulasi dalam keadaan steril dan sirkulasi udara ditutup agar tidak ada angin masuk yang bisa berpotensi membawa bibit2 jamur atau kuman yang bisa mengkontaminasi baglog saat proses inokulasi. Berikut ini tahap2 pengisian bibit ke baglog.</p>
<p style="text-align:justify;">1.  Pegang botol bibit F3, lalu semprotkan alkohol ke botol tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">2.  Panaskan sesaat mulut botol di atas api spirtus hingga sebagian kapas terbakar, lalu matikan. Tujuannya, agar spora dan bakteri mati.</p>
<p style="text-align:justify;">3.  Buka kapas penyumbat botol yang berisi bibit, lalu aduk aduk menggunakan stick dari besi pipih  yang sebelumnya sudah dipanasi di atas apiu spirtus.</p>
<p style="text-align:justify;">4.  Masukkan bibitdari botol ke baglog hingga leher ring baglog penuh, dan bisa ring bisa digetar getarkan agar bibit bisa tersebar merata di permukaan baglog. Setiap baglog diis sekitar 10 gram bibit.</p>
<div id="attachment_294" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/11/ruang-inokulasi-dan-inkubasi.jpg"><img class="size-medium wp-image-294" title="Ruang inokulasi dan inkubasi" src="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/11/ruang-inokulasi-dan-inkubasi.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Ruang inokulasi dan inkubasi</p></div>
<p style="text-align:justify;">Di tempat kami, ruang inokulasi dan inkubasi dijadijan satu, untuk memperingan proses penataan di rak inkubasi. Bila membeli baglog ( atau bisa disebut bibit F4), petani tidak perlu lagi melakukan proses2 di atas. Baglog bisa langsung ditempatkan di rumah jamur.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>D.  Inkubasi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Inkubasi adalah masa pemeraman, yakni masa antara masa inokulasi hingga tumbuh miselium. Tempat inkubasi sebaiknya gelap dan suhu ruangan relatif hangat, karena miselium jamur akan tumbuh lebih cepat. Setelah 20 hari, biasanya miselium jamur sudah tumbuh setengah dari baglog. Pada saat itulah, baglog siap dipindahkan ke rumah jamur untuk dibudidayakan. Bila dalam waktu itu baglog tidak ditumbuhi miselium, ada dari proses yang terbilang gagal.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>E.  Proses Budidaya di Kumbung</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika proses budidaya di kumbung agar ling zhi tumbuh dan berkembang secara normal.</p>
<p style="text-align:justify;">-  Kelembaban yang dibutuhkan adalah 80%. Tempatkan higrumeter di dalam kumbung untuk mengetahiu dan memastikan tingkat kelembaban udara stabil pada syarat yang ditentukan. Namun bagi petani jamur yang telah bepengalaman, hal ini bukan masalah lagi karena mereka sudah punya <em>sense</em> yang cukup tajam. Khusus untuk budidaya ling zhi di daerah dataran rendah yang suhunya terbilang tinggi, petani dapat mempertahankan kelembaban dengan penyiraman/ pengkabutan sedikitnya 3 kali sehari. Namun jika musim hujan cukup 1-2 kali.</p>
<p style="text-align:justify;">-  Temperatur yang dibutuhkan sekitar 22 &#8211; 28 &#8216;C. Sebaiknya pertahankan temperatur sejak awal penanaman hingga panen agar pertumbuhan jamur normal. Bila perlu, letakkan termometer di rumah jamur.</p>
<p style="text-align:justify;">-  Pertumbuhan jamur ling zhi  akan maksimal jika pencahayaan di dalam rumah jamur agak gelap. Lampu penerang justru tidak menguntungkan jika dipasang di dalam kumbung.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>F.  Pemeliaharaan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">a.  <span style="text-decoration:underline;">Penyiraman</span></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam fase pemeliharaan, yang perlu dilakukan adalah selalu menjaga suhu dan kelembaban rumah jamur hingga ling zhi siap panen. Untuk daerah dataran rendah, penyiraman dilakukan tiga kali sehari, yakni pagi (sekitar jam 08.00), siang (sekitar jam 12.00), dan sore (sekitar jam 15.00). Namun jika kondisi kumbung masih lembab, cukum disiram 2 kali. Sedangkan untuk daerah dataran tinggi tergantung kondisi setempat, jika sudah terpenuhi, tidak perlu lagi melakukan penyiraman.</p>
<p style="text-align:justify;">Gunakan selang panjang agar bisa menjangkau setiap sudut ruangan rumah jamur. penyiraman diarahkan ke seluruh bagian kumbung, lantai, dinding anyaman (gedek), dan termasuk baglog.</p>
<p style="text-align:justify;">b.  <span style="text-decoration:underline;">Pengontrolan Suhu dan Kelembaban</span></p>
<p style="text-align:justify;">Suhu dan kelembaban baglog atau ruangan kumbung harus selalu dikontrol, karena pertumbuhan jamur sangat dipengaruhi oleh suhu dan kelembaban. Jika perbedaan suhu di dalam dan di luar kumbung masih di bawah 10&#8242;C, kondisi ini masih dianggap normal. Namun jika kelembaban udara yang terlalu tinggi (diatas 80%), kondisi ini akan memicu pertumbuhan mikroorganisme lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">c.  <span style="text-decoration:underline;">Pembukaan Tutup Baglog atau Kapas Penyumbat</span></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah baglog dipenuhi miselium jamur berwarna putih, buka penutup atau kapas penyumbat baglog. Setelah dibuka, badan jamur akan keluar dan tumbuh lewat lubang baglog. Badan jamur (<em>pin head</em>) akan tumbuh 1-2 minggu setelah pembukaan tutup baglog.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>G.  Panen</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ling zhi yang dibudidayakan baik di dataran rendah maupun tinggi, bia dipanen saat umur 3- 4 bulan, dihitung sejak munculnya bakal jamur (<em>pin head</em>). Pada umur tersebut, sosokling zhi tampak besar dan perkembangannya cukup maksimal. Dari pengalaman petani, setiap baglog dapat menghasilkan 40 gr ling zhi kering. Panen ling zhi sangat mudah, panen dilakukan pagi hari agar bisa langsung di jemur di terik matahari. caranya, potong pangkal tangkai ling zhi tepat di ring baglog enggunakan pisau tajam. Bila jamur kotor, cuci bersih menggunakan air sumur atau air PDAM, lalu keringkan langsung dibawah terik matahari.</p>
<p style="text-align:justify;">Jamur ling zhi yang siap panen tanda fisik jamurnya adalah, bagian permukaan jamur berwarna merah merata, tidak ada warna kuning di bagian ujung tudung jamur, karena itu tandanya jamur masih dalam masa pertumbuhan (pelebaran tudung jamur). Bisa dilihat pada gambar di bawah ini.</p>
<div id="attachment_305" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/11/100_38641.jpg"><img class="size-medium wp-image-305 " title="Ling zhi muda (tudung masih bisa melebar)" src="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/11/100_38641.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Ling zhi muda (tudung masih bisa melebar)</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_307" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/11/100_38632.jpg"><img class="size-medium wp-image-307" title="Tudung jamur berwarna merah penuh, siap panen" src="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/11/100_38632.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Tudung berwarna merah penuh (siap panen)</p></div>
<p style="text-align:justify;">Perlu diingat, bagian yang dicuci hanya permukaan atas ling zhi. Jangan mencuci bagian bawah, karena di bagian tersebut zat zat yang berkhasiat obat tersimpan.</p>
<p style="text-align:justify;">So, sobat&#8230;mari bertani jamur ling zhi yuk? (Sorry, gambarnya belum komplit)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dyanwidyastanto.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dyanwidyastanto.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dyanwidyastanto.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dyanwidyastanto.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dyanwidyastanto.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dyanwidyastanto.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dyanwidyastanto.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dyanwidyastanto.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dyanwidyastanto.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dyanwidyastanto.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dyanwidyastanto.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dyanwidyastanto.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dyanwidyastanto.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dyanwidyastanto.wordpress.com/276/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dyanwidyastanto.wordpress.com&amp;blog=7590241&amp;post=276&amp;subd=dyanwidyastanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dyanwidyastanto.wordpress.com/2011/11/30/budidaya-jamur-ling-zhi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>-7.665565 112.236715</georss:point>
		<geo:lat>-7.665565</geo:lat>
		<geo:long>112.236715</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6e694ea1bbce52ce5c268f146c9ce900?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dyan Widyastanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/11/100_3863.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Jamur Ling zhi </media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/11/sterilisasi-sederhana-kapasitas-180-185-baglog.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sterilisasi sederhana dengan drum, kapasitas 180-185 baglog.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/11/pakai-kayu1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pakai kayu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/11/ruang-inokulasi-dan-inkubasi.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Ruang inokulasi dan inkubasi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/11/100_38641.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Ling zhi muda (tudung masih bisa melebar)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/11/100_38632.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tudung jamur berwarna merah penuh, siap panen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyebab Baglog Jamur Tiram Sulit Panen</title>
		<link>http://dyanwidyastanto.wordpress.com/2011/08/08/penyebab-baglog-jamur-tiram-sulit-panen/</link>
		<comments>http://dyanwidyastanto.wordpress.com/2011/08/08/penyebab-baglog-jamur-tiram-sulit-panen/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2011 15:45:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dyanwidyastanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[cara budidaya jamur tiram yang baik]]></category>
		<category><![CDATA[baglog jamur]]></category>
		<category><![CDATA[baglog jamur sulit panen]]></category>
		<category><![CDATA[desain kumbung jamur]]></category>
		<category><![CDATA[mengoptimalkan hasil panen jamur]]></category>
		<category><![CDATA[proses pembuatan baglog jamur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dyanwidyastanto.wordpress.com/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika ada beberapa pembudidaya jamur yang bertanya mengenai  baglog jamur yang dia budidayakan. Pertanyaannya yaitu kenapa baglog jamur yang sudah tumbuh penuh sulit keluar bakal jamurnya. Pertanyaan ini  mungkin bisa diperjelas lagi, yaitu baglog sulit keluar jamur pada awal pembukaan dan lamanya rentang antar panen pada baglog jamur. Penyebab pemasalahan ini bukan hanya pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dyanwidyastanto.wordpress.com&amp;blog=7590241&amp;post=209&amp;subd=dyanwidyastanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu ketika ada beberapa pembudidaya jamur yang bertanya mengenai  baglog jamur yang dia budidayakan. Pertanyaannya yaitu kenapa baglog jamur yang sudah tumbuh penuh sulit keluar bakal jamurnya. Pertanyaan ini  mungkin bisa diperjelas lagi, yaitu baglog sulit keluar jamur pada awal pembukaan dan lamanya rentang antar panen pada baglog jamur. Penyebab pemasalahan ini bukan hanya pada petani yang membudidayakan baglog jamurnya, tapi juga pada proses pembuatan baglog jamur, yaitu pada petani penyedia baglog jamur.</p>
<p><strong>-</strong> Permasalahan yang disebabkan oleh pembudidaya baglog jamur yaitu karena rumah/kumbung jamur kurang ideal untuk pertumbuhan jamur. Bisa dikarenakan desain kumbung  jamur yang kurang tepat, antara lain:</p>
<p>1. Atap kumbung terlalu rendah, sehingga ruangan menjadi pengap/ sumuk dan akan mudah meningkatkan suhu ruangan. Artinya kondisi ruangan tidak memenuhi syarat tumbuh jamur.  Kecuali jika pendirian kumbung berada di bawah pohon yang teduh dan rindang.</p>
<p>2.  Kumbung jamur terlalu gelap karena tertutup rapat tanpa sirkulasi, hal ini akan menghambat pertumbuhan pin head/ bakal jamur. Pada masa pertumbuhan jamur pada baglog, butuh pencahayaan sebesar 10-15 %. Bukan sinar matahari langsung yang masuk ke dalam kumbung.</p>
<p>- Sedangkan bagi pembudidaya jamur, perlu dilakukan perawatan baglog secara  rutin selama masa produktir.  Lakukan pembukaan pada bagian depan baglog, baglog yang dibuka adalah baglgo yang pernah panen minimal  1 kali, tampak seperti gambar dibawah:</p>
<div id="attachment_210" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/08/foto141.jpg"><img class="size-medium wp-image-210" title="Baglog dengan bukaan depan" src="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/08/foto141.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Baglog dengan bukaan depan</p></div>
<div id="attachment_211" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/08/foto223.jpg"><img class="size-medium wp-image-211 " title="Baglog dengan bukaan depan (2)" src="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/08/foto223.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Baglog dengan bukaan depan (2)</p></div>
<p>Lakukan selalu peremajaan pada bagian baglog yang rusak/ kotor, yaitu dengan membersihkan bagian yang rusan sampai terlihat bagian baglog yang putih. Tujuannya adalah untuk memicu pertumbuhan bakal jamur lagi. Pembukaan seperti diatas bisa dilakukan bila kondisi suhu dan kelebaban bisa dijaga ideal, karena jika tidak (suhu lebih dari 28&#8242;C dan kelembaban kurang dari 70%) akan menyebabkan terjadi penguapan yang tinggi yang mengakibatkan baglog menjadi kering. Jika tidak memungkinkan untuk melakukan pembukaan, anda bisa melubangi atau menyobek (sambil dilukai baglognya) seukuran 1&#215;1 cm sebanyak 2-4 bagian pada sisi depan dan belakang. Hal ini bisa mengurangi penguapan yang tinggi.</p>
<p>- Dan terakhir,  pada proses pembuatan baglog jamur. Dari pengamatan dan studi banding yang telah kami lakukan, bahwa baglog jamur akan mengalami kesulitan pada pertumbuhan pih head/ bakal jamur pada awal panen dan pada pertumbuhan berikutnya dikarenakan serbuk kayu yang dipakai dalam pembuatan baglog masih belum benar benar lapuk. Hal ini akan menghambat penyerapan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bakal jamur. Ada beberapa tanda dan akibat dari pemakaian serbuk yang masih mentah/ belum lapuk, antara lain:</p>
<p>1. Pada permukaan baglog akan tumbuh daging berwarna kekuning kuningan ( ngoncom), dan akan tampak jika baglog sudah mulai dipenuhi miselium jamur.</p>
<p>2. Keluarnya pin head/ bakal jamur sejak pembukaan pertama sangat lama, antara 3-4 minggu, padahal idealnya 1-2 minggu sejak pembukaan.</p>
<p>3. Jarak panen dengan panen sebelumnya sangat lama, bisa jadi tidak panen lagi dan baglog akhirnya menjadi membusuk, padahal masih dalam masa produktif.</p>
<p>4. Baglog tidak bisa berwarna putih pekat seperti tempe.</p>
<p>5. Jamur yang tumbuh akan layu dan kering sebelum waktunya panen. Hal ini disebabkan penyerapan nutrisi pada baglog kurang optimal, karena serbuk yang belum lapuk akan sulit untuk diuraikan menjadi makanan bagi jamur.</p>
<p><em>Oleh sebab itu, usahakan agar serbuk kayu yang dipakai dalam kondisi melapuk, adapun cara untu melapukkan adalah</em>:</p>
<p>1. Biarkan serbuk kayu di tumpukan luar atau yang sudah dibungkus glangsing  selama minimal 3 minggu, agar terjadi pelapukan alami. Bisa dibantu dengan menyirami serbuk dengan air dengan tujuan agar resin/ getah kayu bisa larut ke bawah, sehingga pelapukan semakin cepat.</p>
<div id="attachment_214" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/08/foto016-25-07-11.jpg"><img class="size-medium wp-image-214" title="Pelapukan serbuk kayu" src="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/08/foto016-25-07-11.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Pelapukan serbuk kayu</p></div>
<p style="text-align:left;">2. Lakukan pengomposan/ fermentasi pada media baglog yang sudah diacampur dengan bahan lain dan sudah diraduk dengan air. Waktu pengomposan selama minimal 3 hari. Caranya, tutup rapat saduran tadi dengan plastik atau apapun yang bisa buat nutup.  Seperti gambar diabawah ini:</p>
<div id="attachment_215" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/08/foto027-25-07-11.jpg"><img class="size-medium wp-image-215" title="Bahan campuran baglog jadi satu" src="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/08/foto027-25-07-11.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Bahan campuran baglog jadi satu</p></div>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align:left;">
<div id="attachment_216" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/08/foto030-25-07-11.jpg"><img class="size-medium wp-image-216" title="Proses penyaduran" src="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/08/foto030-25-07-11.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Proses penyaduran</p></div>
<div id="attachment_217" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/08/foto034-25-07-11.jpg"><img class="size-medium wp-image-217" title="Proses pengomposan" src="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/08/foto034-25-07-11.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Proses pengomposan, tutup rapat</p></div>
</div>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align:left;">Selamat mencoba!!!</div>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align:left;">Kalo ada masukan bisa sharing ya&#8230;</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dyanwidyastanto.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dyanwidyastanto.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dyanwidyastanto.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dyanwidyastanto.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dyanwidyastanto.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dyanwidyastanto.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dyanwidyastanto.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dyanwidyastanto.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dyanwidyastanto.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dyanwidyastanto.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dyanwidyastanto.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dyanwidyastanto.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dyanwidyastanto.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dyanwidyastanto.wordpress.com/209/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dyanwidyastanto.wordpress.com&amp;blog=7590241&amp;post=209&amp;subd=dyanwidyastanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dyanwidyastanto.wordpress.com/2011/08/08/penyebab-baglog-jamur-tiram-sulit-panen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		<georss:point>-7.665565 112.236715</georss:point>
		<geo:lat>-7.665565</geo:lat>
		<geo:long>112.236715</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6e694ea1bbce52ce5c268f146c9ce900?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dyan Widyastanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/08/foto141.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Baglog dengan bukaan depan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/08/foto223.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Baglog dengan bukaan depan (2)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/08/foto016-25-07-11.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pelapukan serbuk kayu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/08/foto027-25-07-11.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bahan campuran baglog jadi satu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/08/foto030-25-07-11.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Proses penyaduran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/08/foto034-25-07-11.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Proses pengomposan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Mengawetkan Sayur Jamur Tiram ( part 2)</title>
		<link>http://dyanwidyastanto.wordpress.com/2011/06/12/cara-mengawetkan-sayur-jamur-tiram-part-2/</link>
		<comments>http://dyanwidyastanto.wordpress.com/2011/06/12/cara-mengawetkan-sayur-jamur-tiram-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jun 2011 09:46:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dyanwidyastanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cara mengawetkan sayur jamur tiram]]></category>
		<category><![CDATA[bibit jamur]]></category>
		<category><![CDATA[budidaya jamur]]></category>
		<category><![CDATA[cara mengawetkan sayur jamur tiram]]></category>
		<category><![CDATA[jamur tiram putih]]></category>
		<category><![CDATA[jenis jenis jamur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dyanwidyastanto.wordpress.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[          Sobat, kemarin saya telah tuliskan bagaimana cara mengawetkan sayur jamur tiram, tapi cuma judulnya aja, hehehe. Nah sekarang, di bagian ini saya akan menjelaskan apa saja yang dibutuhkan untuk mengawetkan sayur jamur tiram. Kita kan tau ( terutama para petani jamur), bagaimana sih cara mengawetkannya!. Di jemur di reik matahari, dimasukin lemari es!, semuanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dyanwidyastanto.wordpress.com&amp;blog=7590241&amp;post=181&amp;subd=dyanwidyastanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="zem_slink">          Sobat</span>, kemarin saya telah tuliskan bagaimana cara mengawetkan sayur jamur tiram, tapi cuma judulnya aja, hehehe. Nah sekarang, di bagian ini saya akan menjelaskan apa saja yang dibutuhkan untuk mengawetkan sayur jamur tiram. Kita kan tau ( terutama para petani jamur), bagaimana sih cara mengawetkannya!. Di jemur di reik matahari, dimasukin lemari es!, semuanya salah. Yang mau saya jelaskan bukan hanya mengawetkan sayur jamur <span class="zem_slink">agar</span> tidak busuk, tapi bagaimana agar kesegaran tampilannya juga terjaga, sehingga sayur jamur bisa dijual dalam waktu beberapa hari kedepan. Kalau dimasukkan ke lemari es, jamur memang tidak akan busuk dalam beberapa waktu, tapi tampilan jamur sudah tidak layak untuk dijual. Nah, yang diinginkan petani jamur kan bagaimana jamur yang misalkan panen banyak, terus pasar tidak bisa menyerap lebih dari kapasitas produksinya, maka jamur harus disimpan untuk dijual besoknya kan! Daripada dibuang, kan rugi!</p>
<p>Berikut ini akan akan saya beritau apa saja sih yang dibutuhkan untuk menjaga keawetan dan kesegaran sayur jamur! Yang perlu dipersiapkan adalah:</p>
<p>1. Kotak stereoform</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 160px"><a href="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/06/stereoform.jpeg?w=150"><img class="size-thumbnail wp-image-182   " title="Kotak stereoform" src="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/06/stereoform.jpeg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">Kotak stereoform</p></div>
<p>Gak usah mahal2, yang penting kotaknya bisa ditutup rapat.</p>
<p>2. Pelepah batang pisang (debok pisang)</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 160px"><a href="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/06/batang-pisang.jpg?w=150"><img class="size-thumbnail wp-image-183 " title="pelepah batang pisang" src="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/06/batang-pisang.jpg?w=150&#038;h=100" alt="" width="150" height="100" /></a><p class="wp-caption-text">pelepah batang pisang</p></div>
<p><span class="zem_slink">    Bukan</span> batangnya utuh yang dipakai, tapi diambil 1,2 atau 3 lembar.</p>
<p>3. Es batu</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 160px"><a href="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/06/esbatu_12x35mm_dan_esbatuseperempatkg.jpg?w=150"><img class="size-thumbnail wp-image-184 " title="Es batu" src="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/06/esbatu_12x35mm_dan_esbatuseperempatkg.jpg?w=150&#038;h=92" alt="" width="150" height="92" /></a><p class="wp-caption-text">Es batu</p></div>
<p>Es batu buatan sendiri juga bisa kok! yang penting es batu kan!</p>
<p>Nah setelah itu, apa yang harus dilakukan terhadap tiga bahan itu sobat&#8230;.!</p>
<p>Ikuti tulisan kami selanjutnya ya! hehehe&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dyanwidyastanto.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dyanwidyastanto.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dyanwidyastanto.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dyanwidyastanto.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dyanwidyastanto.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dyanwidyastanto.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dyanwidyastanto.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dyanwidyastanto.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dyanwidyastanto.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dyanwidyastanto.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dyanwidyastanto.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dyanwidyastanto.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dyanwidyastanto.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dyanwidyastanto.wordpress.com/181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dyanwidyastanto.wordpress.com&amp;blog=7590241&amp;post=181&amp;subd=dyanwidyastanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dyanwidyastanto.wordpress.com/2011/06/12/cara-mengawetkan-sayur-jamur-tiram-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>-7.665565 112.236715</georss:point>
		<geo:lat>-7.665565</geo:lat>
		<geo:long>112.236715</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6e694ea1bbce52ce5c268f146c9ce900?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dyan Widyastanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/06/stereoform.jpeg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Kotak stereoform</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/06/batang-pisang.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">pelepah batang pisang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/06/esbatu_12x35mm_dan_esbatuseperempatkg.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Es batu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Mengawetkan Sayur Jamur Tiram</title>
		<link>http://dyanwidyastanto.wordpress.com/2011/03/23/cara-mengawetkan-sayur-jamur-tiram/</link>
		<comments>http://dyanwidyastanto.wordpress.com/2011/03/23/cara-mengawetkan-sayur-jamur-tiram/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Mar 2011 18:05:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dyanwidyastanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[bisnis jamur tiram]]></category>
		<category><![CDATA[budidaya jamur konsumsi]]></category>
		<category><![CDATA[cara mengawetkan sayur jamur tiram]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner jamur tiram]]></category>
		<category><![CDATA[sayur jamur tiram]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dyanwidyastanto.wordpress.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Kita tahu bahwa sayur jamur tiram tidak bisa tahan lama setelah dipetik dari baglog, jadi sayur jamur tiram harus sebisa mungkin segera dijual sejak setelah dipetik. Karena sayur jamur tiram tidak bisa diawetkan, dalam artikan dari segi penampilannya/ kesegarannya. Karena konsumen yang membelil jamur pasti akan melihat kesegaran jamur yang hendak mereka beli, jika sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dyanwidyastanto.wordpress.com&amp;blog=7590241&amp;post=158&amp;subd=dyanwidyastanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita tahu bahwa sayur jamur tiram tidak bisa tahan lama setelah dipetik dari baglog, jadi sayur jamur tiram harus sebisa mungkin segera dijual sejak setelah dipetik. Karena sayur jamur tiram tidak bisa diawetkan, dalam artikan dari segi penampilannya/ kesegarannya. Karena konsumen yang membelil jamur pasti akan melihat kesegaran jamur yang hendak mereka beli, jika sudah layu, jemek dan berwarna putih kecoklatan, konsumen pasti tak akan mau beli. Padahal sebenarnya jamur tersebut  masih bisa dikonsumsi lho! Jadi, bagaimana caranya agar kesegaran tampilan sayur jamur tiram tetap terjaga?</p>
<p>Begini caranya&#8230;..(to be continue). wkwkwkwk</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dyanwidyastanto.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dyanwidyastanto.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dyanwidyastanto.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dyanwidyastanto.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dyanwidyastanto.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dyanwidyastanto.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dyanwidyastanto.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dyanwidyastanto.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dyanwidyastanto.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dyanwidyastanto.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dyanwidyastanto.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dyanwidyastanto.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dyanwidyastanto.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dyanwidyastanto.wordpress.com/158/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dyanwidyastanto.wordpress.com&amp;blog=7590241&amp;post=158&amp;subd=dyanwidyastanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dyanwidyastanto.wordpress.com/2011/03/23/cara-mengawetkan-sayur-jamur-tiram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		<georss:point>-7.665565 112.236715</georss:point>
		<geo:lat>-7.665565</geo:lat>
		<geo:long>112.236715</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6e694ea1bbce52ce5c268f146c9ce900?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dyan Widyastanto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ANTARA JAMUR TIRAM FLORIDA DAN TIRAM OSTERN</title>
		<link>http://dyanwidyastanto.wordpress.com/2011/02/27/antara-jamur-tiram-florida-dan-tiram-ostern/</link>
		<comments>http://dyanwidyastanto.wordpress.com/2011/02/27/antara-jamur-tiram-florida-dan-tiram-ostern/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Feb 2011 13:47:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dyanwidyastanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[jenis jenis jamur tiram]]></category>
		<category><![CDATA[jamur tiram florida]]></category>
		<category><![CDATA[jamur tiram ostern]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran jamur tiram]]></category>
		<category><![CDATA[Sayur jamur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dyanwidyastanto.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin bagi sebagian orang awam atau pemula dalam budidaya jamur belum mengenal jenis jenis jamur, terutama jamur tiram. Seperti yang telah saya jelaskan dalam tulisan saya dulu tentang jenis jenis jamur tiram, tapi semuanya adalah jenis jamur tiram florida, yang membedakan adalah hanya warnanya saja. Nah, sekarang bukan warnanya yang beda, tapi strukturnya juga beda. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dyanwidyastanto.wordpress.com&amp;blog=7590241&amp;post=143&amp;subd=dyanwidyastanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin bagi sebagian orang awam atau pemula dalam budidaya jamur belum mengenal jenis jenis jamur, terutama jamur tiram. Seperti yang telah saya jelaskan dalam tulisan saya dulu tentang jenis jenis jamur tiram, tapi semuanya adalah jenis jamur tiram florida, yang membedakan adalah hanya warnanya saja.</p>
<p>Nah, sekarang bukan warnanya yang beda, tapi strukturnya juga beda.  Yaitu perbedaan antara jamur tiram florida dan tiram ostern. Jamur tiram  florida tudungnya cenderung membentuk payung dan melebar, dan ukuran  batang tidak besar. Sedangkan tiram ostern tudungnya menguncup ke atas  dan tidak melebar, sedangkan ukuran batang besar dan kokoh, ada yang  menyebutnya seperti terompet. Bisa dilihat di gambar di bawah ini.</p>
<div id="attachment_149" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/02/img_07591.jpg"><img class="size-medium wp-image-149" title="Jamur Tiram Florida (kiri) dan Jamur Tiram Ostern (kanan)" src="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/02/img_07591.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Jamur Tiram Florida (kiri) dan Jamur Tiram Ostern (kanan)</p></div>
<div class="mceTemp">
<div id="attachment_150" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/02/img_07741.jpg"><img class="size-medium wp-image-150" title="Tampak bawah" src="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/02/img_07741.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Tampak bawah</p></div>
<p>Pengalaman saya, ada pemesan baglog jamur ke petani untuk buatkan baglog jamur tiram jenis ostern, karena pasaran mereka adalah outlet outlet jamur krispi. Karena untuk jamur yang paling baik untuk jamur krispi adalah dengan memakai bahan jamur mentah jenis ostern, karena batangnya yang besar. Ceritanya, ternyata pemesan baglog tersebut tertipu oleh petani karena baglog jamur yang keluar adalah jamur tiram jenis florida. Alangkah kecewanya mereka, akhirnya mereka mencari petani pembuat baglog jamur yang bisa membuatkan baglog jamur jenis ostern. Makanya anda harus hati hati dan jeli memilih petani yang jujur sebelum terlanjur&#8230;</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dyanwidyastanto.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dyanwidyastanto.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dyanwidyastanto.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dyanwidyastanto.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dyanwidyastanto.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dyanwidyastanto.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dyanwidyastanto.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dyanwidyastanto.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dyanwidyastanto.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dyanwidyastanto.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dyanwidyastanto.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dyanwidyastanto.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dyanwidyastanto.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dyanwidyastanto.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dyanwidyastanto.wordpress.com&amp;blog=7590241&amp;post=143&amp;subd=dyanwidyastanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dyanwidyastanto.wordpress.com/2011/02/27/antara-jamur-tiram-florida-dan-tiram-ostern/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		<georss:point>-7.665565 112.236715</georss:point>
		<geo:lat>-7.665565</geo:lat>
		<geo:long>112.236715</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6e694ea1bbce52ce5c268f146c9ce900?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dyan Widyastanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/02/img_07591.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Jamur Tiram Florida (kiri) dan Jamur Tiram Ostern (kanan)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/02/img_07741.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tampak bawah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGETAHUI BAGLOG JAMUR YANG BAGUS</title>
		<link>http://dyanwidyastanto.wordpress.com/2011/02/26/mengetahui-baglog-jamur-yang-bagus/</link>
		<comments>http://dyanwidyastanto.wordpress.com/2011/02/26/mengetahui-baglog-jamur-yang-bagus/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Feb 2011 14:14:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dyanwidyastanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budidaya Jamur Tiram]]></category>
		<category><![CDATA[baglog jamur]]></category>
		<category><![CDATA[baglog jamur kuping]]></category>
		<category><![CDATA[baglog jamur tiram]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dyanwidyastanto.wordpress.com/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[Bagi pemula dalam budidaya jamur, membeli baglog adalah cara yang paling mudah. Baglog adalah media siap panen, pembeli tinggal merawat dengan mengkondisikan lingkungan tempat baglog diletakkan agar sesuai dengan kondisi ideal untuk pertumbuhan jamur. Dan pembeli baglog tinggal menunggu sampai waktu panen tiba. Mudah kan! Tapi, bagi pemula ada beberapa hal yang tidak mereka ketahui [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dyanwidyastanto.wordpress.com&amp;blog=7590241&amp;post=129&amp;subd=dyanwidyastanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi pemula dalam budidaya jamur, membeli baglog adalah cara yang paling mudah. Baglog adalah media siap panen, pembeli tinggal merawat dengan mengkondisikan lingkungan tempat baglog diletakkan agar sesuai dengan kondisi ideal untuk pertumbuhan jamur. Dan pembeli baglog tinggal menunggu sampai waktu panen tiba. Mudah kan! Tapi, bagi pemula ada beberapa hal yang tidak mereka ketahui tentang kualitas baglog yang dibelinya.</p>
<p>Bagi anda yang pemula dalam budidaya jamur dengan membeli baglog jamur, perhatikan kualitas baglog jamur yang anda beli sebelum barang dikirim ke tempat anda. Anda perhatikan gambar di bawah ini:</p>
<div id="attachment_139" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/02/img_10062.jpg"><img class="size-medium wp-image-139" title="Gambar 1. Baglog jamur yang bagus" src="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/02/img_10062.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Gambar 1. Baglog jamur yang bagus</p></div>
<div id="attachment_138" class="wp-caption alignnone" style="width: 235px"><a href="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/02/img_1008.jpg"><img class="size-medium wp-image-138" title="Gambar 2. Baglog jamur yang jelek" src="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/02/img_1008.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Gambar 2. Baglog jamur yang jelek</p></div>
<p>1. Baglog  yang bagus akan terlihat regenerasi miselium jamurnya tumbuh merata diseluruh lingkar baglog. (gambar no 1).</p>
<p>2. Baglog yang jelek pertumbuhan miseliumnya terhambat, seperti berhenti, dan tumbuhnya tida merata. Miselium tidak sepenuhnya menutupi seluruh bagian baglog, sehingga terkesan masih ada bercak. ( gambar no 2).</p>
<p>3. Jangan pilih baglog yang sudah putih penuh dan terlihat agak keriput walaupun belum dibuka penutup kapas/ kertasnya, karena kemungkinan baglog sudah lama putih tapi belum dibuka buka. Karena jika baglog tidak segera dibuka jika sudah putih full (bahkan disarankan baglog dibuka saat miselium sudah tumbuh 80%), miselium jamur akan menghisap nutrisi yang ada dalam baglog, karena miselium akan tetap merambat walau baglog sudah putih full. Sehingga nantinya jamur yang dipanen akan berkurang karena nutrisinya termakan oleh miseliumnya sendiri saat masih belum dibuka.</p>
<p>Memilih baglog jamur yang bagus akan berpengaruh terhadap hasil jamur yang dipanen nanti. Maka anda ( pembudidaya jamur yang membeli baglog jamur), jelilah memilih baglog jamur yang akan anda beli. Dan sebelum baglog dikirim, ada beberapa hal yang perlu anda ketahui:</p>
<p>1. Pastikan baglog jamur tumbuh miseliumnya minimal  25-30%, konsidi ini dipastika baglog berhasil tumbuh dengan baik.</p>
<p>2. Jangan menerima baglog yang barusan dibibit, yang artinya miselium belum merambat. Karena baglog masih sangat lemah, sehingga rawan mati jika dibawa dalam perjalanan jauh. Karena itu, jika anda pesan baglog, anda harus sabar menunggu. Karena untuk menumbuhkan miselium jamur hingga tumbuh 30-50%, harus di inkubasi/ disimpan selama kurang lebih 15 hari di petani pembuat baglog dan bibit jamur.</p>
<p>Demikianlah tips dalam memilih baglog dan kapan baglog layak untuk dikirim, agar anda tidak tertipu oleh petani jamur yang nakal. Semoga sukses.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dyanwidyastanto.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dyanwidyastanto.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dyanwidyastanto.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dyanwidyastanto.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dyanwidyastanto.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dyanwidyastanto.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dyanwidyastanto.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dyanwidyastanto.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dyanwidyastanto.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dyanwidyastanto.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dyanwidyastanto.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dyanwidyastanto.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dyanwidyastanto.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dyanwidyastanto.wordpress.com/129/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dyanwidyastanto.wordpress.com&amp;blog=7590241&amp;post=129&amp;subd=dyanwidyastanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dyanwidyastanto.wordpress.com/2011/02/26/mengetahui-baglog-jamur-yang-bagus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		<georss:point>-7.665565 112.236715</georss:point>
		<geo:lat>-7.665565</geo:lat>
		<geo:long>112.236715</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6e694ea1bbce52ce5c268f146c9ce900?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dyan Widyastanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/02/img_10062.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Gambar 1. Baglog jamur yang bagus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dyanwidyastanto.files.wordpress.com/2011/02/img_1008.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Gambar 2. Baglog jamur yang jelek</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jenis Jenis Jamur Tiram</title>
		<link>http://dyanwidyastanto.wordpress.com/2010/12/26/jenis-jenis-jamur-tiram/</link>
		<comments>http://dyanwidyastanto.wordpress.com/2010/12/26/jenis-jenis-jamur-tiram/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Dec 2010 05:55:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dyanwidyastanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[jenis jenis jamur tiram]]></category>
		<category><![CDATA[bibit jamur tiram]]></category>
		<category><![CDATA[Biology]]></category>
		<category><![CDATA[budidaya jamur]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya Jamur Tiram]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya jamur Tiram Coklat]]></category>
		<category><![CDATA[jamur tiram abu abu]]></category>
		<category><![CDATA[jamur tiram biru]]></category>
		<category><![CDATA[jamur tiram merah/pink]]></category>
		<category><![CDATA[Oyster mushroom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dyanwidyastanto.wordpress.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini, jamur tiram yang dalam klasifikasi botaninya bernama pleurotus, yang kita kenal selama ini adalah jamur tiram putih. Padahal ada beberapa jenis jamur tiram selain jamur tiram putih yang bisa dibudidayakan, yaitu jamur tiram biru, jamur tiram coklat, jamur tiram abu abu, jamur tiram merah/ pink. Berikut ini penjelasannya: 1. Jamur tiram putih (Pleurotus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dyanwidyastanto.wordpress.com&amp;blog=7590241&amp;post=111&amp;subd=dyanwidyastanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="zemanta-img">
<div class="wp-caption alignright" style="width: 237px"><a href="http://commons.wikipedia.org/wiki/File:Pleurotus_ostreatus_1.JPG"><img title="Pleurotus ostreatus" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/50/Pleurotus_ostreatus_1.JPG/300px-Pleurotus_ostreatus_1.JPG" alt="Pleurotus ostreatus" width="227" height="171" /></a><p class="wp-caption-text">Jamur tiram biru</p></div>
</div>
<p>Selama ini, jamur tiram yang dalam klasifikasi botaninya bernama<em> pleurotus,</em> yang kita kenal selama ini adalah jamur tiram putih. Padahal ada beberapa jenis jamur tiram selain jamur tiram putih yang bisa dibudidayakan, yaitu jamur tiram biru, jamur tiram coklat, jamur tiram abu abu, jamur tiram merah/ pink. Berikut ini penjelasannya:</p>
<p>1. Jamur tiram putih (<em>Pleurotus ostreatus</em>), dikenal juga dengan nama <em>shimeji white</em> (varietas florida). Warna tubuh buahnya putih sampai putih kekuningan dengan diameter tudung 3-14 cm.</p>
<p>2. Jamur tiram biru (<em> Pleurotus ostreatus columbinus</em>). Warna tudungnya biru keunguan, tudung berukuran kecil <a class="zem_slink" title="Dan (rank)" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dan_%28rank%29">dan</a> tubuh buah besar dan kaku. diameter antara 4-6 cm</p>
<p>3. Jamur tiram coklat (<em>Pleurotus cystidiosus</em>), dikenal dengan nama jamur abalon. Warna tudungnya keabu abuan sampai abu abu kecoklatan. Diameternya antara 5-12 cm.</p>
<p>4.  Jamur tiram abu abu (<em>Pleurotus Sajorcaju</em>), dikenal dengan shimeji grey karena tudung berwarna abu kecoklatan sampai kuning kehitaman dengan diameter 6-14 cm.</p>
<p>5. Jamur tiram merah/ pink (<em>Pleurotus flabellatus</em>), dikenal dengan nama sakura karena tudungnya berwarna kemerahan. Diameter antara 5-12 cm.</p>
<p>Diantara keempat jenis jamur tiram yang dibudidayakan, <em>Pleurotus ostreatus</em> paling digemari petani karena memiliki sifat yang adaptif dan tahan lama penyimpanan, selain juga karena sudah memasyarakat. Jenis jamur lainnya kurang popular di Indonesia karena warnanya yang mencolok dan terkesan aneh memberi kesan jamur beracun, hal ini disebabkan oleh ketidaktahuan masyarakat. Anda tinggal pilih, mau budidaya jamur tiram jenis apa!</p>
<p style="text-align:left;">&nbsp;</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="836">
<tbody>
<tr>
<td valign="top"></td>
<td valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dyanwidyastanto.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dyanwidyastanto.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dyanwidyastanto.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dyanwidyastanto.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dyanwidyastanto.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dyanwidyastanto.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dyanwidyastanto.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dyanwidyastanto.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dyanwidyastanto.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dyanwidyastanto.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dyanwidyastanto.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dyanwidyastanto.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dyanwidyastanto.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dyanwidyastanto.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dyanwidyastanto.wordpress.com&amp;blog=7590241&amp;post=111&amp;subd=dyanwidyastanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dyanwidyastanto.wordpress.com/2010/12/26/jenis-jenis-jamur-tiram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.665565 112.236715</georss:point>
		<geo:lat>-7.665565</geo:lat>
		<geo:long>112.236715</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6e694ea1bbce52ce5c268f146c9ce900?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dyan Widyastanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/50/Pleurotus_ostreatus_1.JPG/300px-Pleurotus_ostreatus_1.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">Pleurotus ostreatus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Budidaya jamur di musim hujan</title>
		<link>http://dyanwidyastanto.wordpress.com/2009/11/20/budidaya-jamur-di-musim-hujan/</link>
		<comments>http://dyanwidyastanto.wordpress.com/2009/11/20/budidaya-jamur-di-musim-hujan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 00:05:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dyanwidyastanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budidaya Jamur Tiram]]></category>
		<category><![CDATA[bibit jamur]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis jamur]]></category>
		<category><![CDATA[budidaya jamur]]></category>
		<category><![CDATA[musim hujan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dyanwidyastanto.wordpress.com/2009/11/20/budidaya-jamur-di-musim-hujan/</guid>
		<description><![CDATA[Membudidayakan jamur di musim hujan adalah pilihan yang paling bijak bagi pemula budidaya jamur. Karena dengan adanya musim hujan, jamur yang dibudidayakan akan mudah sekali tumbuh. Ini dikarenakan lingkungan tumbuh sekitar jamur menjadi lembab dan dingin dikarenakan guyuran air hujan. Sehingga produktifitas panen jamur meningkat, ditandai dengan mudahnya jamur tumbuh kembali dalam waktu yang relatif [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dyanwidyastanto.wordpress.com&amp;blog=7590241&amp;post=54&amp;subd=dyanwidyastanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Membudidayakan jamur di musim hujan adalah pilihan yang paling bijak bagi pemula budidaya jamur. Karena dengan adanya musim hujan, jamur yang dibudidayakan akan mudah sekali tumbuh. Ini dikarenakan lingkungan tumbuh sekitar jamur menjadi lembab dan dingin dikarenakan guyuran air hujan. Sehingga produktifitas panen jamur meningkat, ditandai dengan mudahnya jamur tumbuh kembali dalam waktu yang relatif cepat setelah dilakukan pemanenan sebelumnya.<br />
Hal ini akan menguntungkan pembudidaya jamur yang ingin mendapatkan hasil panen yang optimal, sehingga pemasukan mengalir deras seperti derasnya air hujan di musim hujan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dyanwidyastanto.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dyanwidyastanto.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dyanwidyastanto.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dyanwidyastanto.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dyanwidyastanto.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dyanwidyastanto.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dyanwidyastanto.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dyanwidyastanto.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dyanwidyastanto.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dyanwidyastanto.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dyanwidyastanto.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dyanwidyastanto.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dyanwidyastanto.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dyanwidyastanto.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dyanwidyastanto.wordpress.com&amp;blog=7590241&amp;post=54&amp;subd=dyanwidyastanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dyanwidyastanto.wordpress.com/2009/11/20/budidaya-jamur-di-musim-hujan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6e694ea1bbce52ce5c268f146c9ce900?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dyan Widyastanto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana pemasaran jamur tiram yang efektif?</title>
		<link>http://dyanwidyastanto.wordpress.com/2009/05/09/bagbagaimana-pemasaran-jamur-tiram-yang-efektif/</link>
		<comments>http://dyanwidyastanto.wordpress.com/2009/05/09/bagbagaimana-pemasaran-jamur-tiram-yang-efektif/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 07:44:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dyanwidyastanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budidaya Jamur Tiram]]></category>
		<category><![CDATA[budidaya jamur]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran jamur tiram]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dyanwidyastanto.wordpress.com/2009/05/09/bagbagaimana-pemasaran-jamur-tiram-yang-efektif/</guid>
		<description><![CDATA[Pasar jamur tiram masih sangat luas, makanya jangan takut kalau bididaya jamur gak dapat pasar. Yang penting harus kreatif dan inovatif, dan pantang menyerah. Masih banyak celah untuk pasar jamur ini.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dyanwidyastanto.wordpress.com&amp;blog=7590241&amp;post=25&amp;subd=dyanwidyastanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<div>
<div>Pemasaran adalah kunci utama kesuksesan dalam budidaya jamur tiram.<br />
Keharusan melakukan pemanenan setiap hari ditambah dengan kondisi jamur tiram yang cepat layu membuat tatacara pemanenan harus dibuat sebaik dan seefektikf mungkin.
<p>&nbsp;</p>
<p>Penjadualan panen juga sangat diperlukan untuk menjaga kestabilan volume pemasaran. Misalnya sudah terbentuk demand pasar sejumlah 50 kg /hari, kita perlu melakukan rotasi pemanenan kumbung dengan baik dan stabil, karena jika tidak, maka pasar tidak lagi akan mempercayai kita, akibatnya nanti jika terjadi pemanenan serentak dengan hasil banyak, kita akan kesulitan melakukan penjualan.</p>
<p>Pengemasan yang baik akan sangat menunjang harga jual dan kualitas dari jamur tiram itu sendiri. Jamur tiram sebaiknya dikemas dalam plastik ukuran 0,03x18mm dengan kapasitas per plastik sekitar 200 gram. Pada proses pengemasan disarankan sekali menggunakan plastic sealer agar kondisi dalam plastik menjadi kedap udara. Jamur dalam kondisi ini akan tetap segar meskipun hingga 3 hari.</p>
<p>Langkah pemasaran terbaik adalah :</p>
<p>1. Lakukan pemanenan maksimal 3 jam sebelum dikemas<br />
2. Gunting tangkai (bonggol) jamur lalu pisahkan jamur yang baik dengan  jamur yang kond disinya kurang baik.</p>
</div>
<p>3. Timbang dengan ukuran yang dibutuhkan (200 gr, 250 gr, atau 500 gr)</p>
</div>
<div>4. Masukkan ke dalam plastik dan lakukan sealer ( dipress)<br />
5. Satukan jamur sesuai pesanan ( per 3 kg atau per 5 kg)<br />
6. Jamur siap diedarkan ke tingkat tengkulak (bakul)</div>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dyanwidyastanto.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dyanwidyastanto.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dyanwidyastanto.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dyanwidyastanto.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dyanwidyastanto.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dyanwidyastanto.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dyanwidyastanto.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dyanwidyastanto.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dyanwidyastanto.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dyanwidyastanto.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dyanwidyastanto.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dyanwidyastanto.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dyanwidyastanto.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dyanwidyastanto.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dyanwidyastanto.wordpress.com&amp;blog=7590241&amp;post=25&amp;subd=dyanwidyastanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dyanwidyastanto.wordpress.com/2009/05/09/bagbagaimana-pemasaran-jamur-tiram-yang-efektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6e694ea1bbce52ce5c268f146c9ce900?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dyan Widyastanto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kalau Belum Memulai Memang Takut</title>
		<link>http://dyanwidyastanto.wordpress.com/2009/05/09/kalau-belum-memulai-memang-takut/</link>
		<comments>http://dyanwidyastanto.wordpress.com/2009/05/09/kalau-belum-memulai-memang-takut/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 07:32:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dyanwidyastanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Memulai bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis jamur]]></category>
		<category><![CDATA[Budidaya Jamur Tiram]]></category>
		<category><![CDATA[Pengusaha sukses]]></category>
		<category><![CDATA[siapa takut!!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dyanwidyastanto.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Sukses budidaya jamur tidak langsung datang dengan cepat. Harus ada konsistensi di bidang yang digeluti dan mempelajari seluk beluk budidaya jamur mulai dari pembudidayaan hingga pemasaran. Dan jangan lupa doa.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dyanwidyastanto.wordpress.com&amp;blog=7590241&amp;post=21&amp;subd=dyanwidyastanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cuplikan berikut diambil dari salah satu mailing list, yg penulis ikuti dan juga diambil dari buku &#8220;10 PENGUSAHA YANG SUKSES MEMBANGUN BISNIS DARI NOL&#8221;</p>
<p>Buat kawan2 .. diantara kita mungkin sudah banyak yang kepingin mandiri alias sudah capek jadi karyawan karena beberapa alasan.. Entah karena merasa sudah mentok&#8230; karena merasa hasilnya cuma segitu-gitu saja&#8230;atau merasa kita yang kerja keras kok duitnya yang menerima orang lain&#8230; atau karena alasan lain yang sifatnya sangat pribadi sehingga mulai terpikir untuk mandiri saja&#8230; buka usaha sendiri&#8230; MASALAHNYA&#8230;. masih takut-takut&#8230; jangan kemampuannya belum cukup untuk mandiri&#8230; menjadi wirausahawan&#8230;</p>
<p>Rata-rata pebisnis yang telah sukses pun dulunya juga takut ketika akan mulai&#8230; namun kemudian berani dan belajar sambil jalan&#8230; yang penting.. kita harus suka dulu dengan bidang yang kita pilih&#8230; kalau kita suka&#8230; everything will be smooth dan tiap hambatan akan dirasakan menjadi lebih ringan&#8230;</p>
<p>Dan memang, ketika akan memulai menseriusi menjadi bisnis, umumnya orang2 juga ada ketakutan akan memulai. Tetapi, ada pesan penting, seperti yang saya baca di buku &#8220;10 PENGUSAHA YANG SUKSES MEMBANGUN BISNIS DARI NOL&#8221; terbitan Gramedia dan ditulis Sudarmadi, rata-rata pengusaha kalau lagi mau memulai memang ada perasaan takut memulai seperti itu. Takut nggak bisa ini-itu. Tapi mereka kemudian menjadi percaya diri karena sembari jalan juga sembari jalan. Orang yang sukses itu orang yang bisa belajar sembari mencoba. Dan nggak ada orang yang sudah perfect sebelum memulai.</p>
<p>Menurut Harry Sanusi, salah satu pengusaha sukses yang diulas di buku itu, beliau menyatakan &#8221; Pada dasarnya bisnis merupakan sebuah proses yang akan berjalan dan berkembang tahap demi tahap secara alami. Jangan menunggu keadaan sempurna dulu baru kemudian memulai. Memang, kadang kalau dibayangkan dari luar atau ketika kita belum memasuki bisnis itu, kita merasa sepertinya pekerjaannya begitu sulit dan kompleks. Padahal kalau sudah masuk, sebenarnya nggak sulit dan kita pun bisa belajar secara alamiah. Pasti, nanti sambil jalan biasanya banyak perusahaan yang akan menawarkan jasanya kepada kita sembari mengajari. Ini proses yang terjadi secara alami.</p>
<p>Begitu kita masuk di sebuah industri maka akan banyak orang yang menawarkan diri. Harus diingat, bagaimanapun orang lain juga mau cari uang. Jadi misalnya kita butuh ini-itu, maka nggak usah kita cari pun orang akan segera tahu dan pasti mendatangi kita&#8221;. Saya kira pesan beliau itu bisa menjadi pembelajaran bagi kita2 yang ingin memulai usaha tapi masih takut-takut&#8230; Sukses buat kita semua.. Salam</p>
<p>(Wisdom ini saya ambil dari buku &#8220;10 Pengusaha Yang Sukses Membangun Bisnis dari 0&#8243;, disusun Sudarmadi dan diterbitkan Gramedia Pustaka Utama).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dyanwidyastanto.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dyanwidyastanto.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dyanwidyastanto.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dyanwidyastanto.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dyanwidyastanto.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dyanwidyastanto.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dyanwidyastanto.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dyanwidyastanto.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dyanwidyastanto.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dyanwidyastanto.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dyanwidyastanto.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dyanwidyastanto.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dyanwidyastanto.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dyanwidyastanto.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dyanwidyastanto.wordpress.com&amp;blog=7590241&amp;post=21&amp;subd=dyanwidyastanto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dyanwidyastanto.wordpress.com/2009/05/09/kalau-belum-memulai-memang-takut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		<georss:point>-7.665565 112.236715</georss:point>
		<geo:lat>-7.665565</geo:lat>
		<geo:long>112.236715</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6e694ea1bbce52ce5c268f146c9ce900?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Dyan Widyastanto</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
