Pengaruh Cuaca dan Hawa Panas Terhadap Penggunaan Nutrisi Tinggi Pada Baglog (pada masa inkubasi)

November 8, 2012

Jika kita berada di daerah dataran rendah, pasti akan dihadapkan pada cuaca yang panas dan kadang sangat ekstrim. Kondisi ini jika dihadapkan pada baglog ( pada masa inkubasi) dengan pemberian nutrisi yang tinggi, maka yang terjadi adalah seperti pada gambar dibawah ini.

baglog jamur kontaminasi jamur liar

Baglog jamur kontaminasi jamur liar (gmb. 1.1)

baglog jamur kontaminasi jamur liar

Baglog jamur kontaminasi jamur liar (gbr. 1.2)

baglog jamur kontaminasi jamur liar

Baglog jamur nutrisi tinggi (gbr. 1.3)

Jika kita lihat gambar diatas, jelas bahwa baglog tersebut mengalami kontaminasi jamur liar saat masih dalam masa inkubasi. Bahkan tingkat kontaminasinya 85-90% dari baglog yang diinkubasi. Yang jadi pertanyaan, kenapa hal itu bisa terjadi? Penyebabnya adalah karena komposisi baglog menggunakan konsentrasi nutrisi yang tinggi, sedangkan suhu dalam ruangan inkubasi panas dan pengap karena cuaca panas. Hal inilah yang memicu munculnya bakteri termofilik dan jamur lain yang aktif bekerja pada suhu tinggi dan didukung dengan nutrisi tinggi pada baglog. Dan  proses perombakan bahan2 organik itu akan memunculkan organisme2 lain seperti jamur2 liar (selain jamur tiram yang kita tanam), dan kemunculan jamur2 liar tersebut adalah sebagai bentuk kontaminasi bagi baglog jamur yang kita tanam. Akhirnya miselium jamur yang kita tanam akan terganggu pertumbuhannya akibat hadirnya jamur liar yang juga menyerap sari makanan dari baglog.

Dan jika baglog diberikan nutrisi yang rendah, akan tapak pada gambar di bawah ini.

baglog jamur tanpa kontaminasi

baglog jamur tanpa kontaminasi (gbr. 2.1)

baglog jamur tanpa kontaminasi

Baglog jamur nutrisi rendah (gbr. 2.2)

Foto pada gbr. 2.1 dan gbr. 2.2 di atas adalah baglog jamur dengan kandungn nutrisi yang rendah, sedangkan pada gbr. 1.3 adalah baglog dengan nutrisi tinggi, tapi rentan kontaminasi. Dari pengamatan, terhadap hawa panas dan pengap pada ruangan inkubasi, baglog tidak mengalami kontaminasi jamur liar. Tapi miselium jamur yang ditanam tidak setebal jika dengan baglog nutrisi tinggi.

Hal ini menunjukkan bahwa kinerja bakteri dan jamur liar pada baglog akan lebih aktif  jika didukung dengan kondisi ruangan yang panas dan pengap dengan pemberian nutrisi yang tinggi pada jamur, sehinga menimbulkan kontaminasi jamur liar. Sedangkan jika nutrisi pada baglog jamur lebih rendah, tidak terjadi kontaminasi jamur liar walau kondisi ruangan inkubasi panas dan pengap.

Jadi, apa yang harus diperhatikan bagi kita semua agar tidak terjadi kontaminasi tapi bisa mendapatkan kwalitas baglog jamur yang bagus? Jika anda mengurangi nutrisi pada baglog jamur, akan berpengaruh pada produktifitas panen jamur yang rendah. Maka yang perlu diperhatikan adalah membuat ruangan inkubasi se ideal mungkin walau dalam kondisi panas yang ekstrim sekalipun. Se ideal mungkin maksudnya adalah ruang inkubasi cocok dan bagus untuk pertumbuhan baglog jamur (terutama dengan nutrisi tinggi), yaitu dengan:

  1. Buatlah ruangan yang khusus emang untuk ruang inkubasi, bentuknya boleh sama dengan kumbung, tapi untuk sirkulasi udaranya kalo bisa yang bisa dibuka tutup. Tujuannya adalah agar saat pembibitan, sirkulasi udara bisa ditutup untuk menghindari terjadinya kontaminasi, setelah selesai bisa dibuka lagi.
  2. Jaga dan pantau terus suhu di ruang inkubasi, jika suhu terlalu panas, selain rentan menimbulkan kontaminasi (pada baglog yang baru dibibiti) juga bisa menghambat pertumbuhan miselium jamur. Agar dingin bisa diberikan kipas angin, atau disiram lantainya jika memungkinkan, dan akan lebih baik jika ruang inkubasinya tinggi.
  3. Jika memang ruangan inkubasi masih kurang ideal, atur saja penataan baglog di rak penyimpanan. Jangan ditata dempet dempet, beri jarak satu jari. Tujuannya agar sirkulasi lebih bagus dan suhu baglog tidak panas yang berakibat pada terhambatnya pertumbuhan miselium.
Ruang inkubasi

Ruang inokulasi dan inkubasi

 

nb: – kasus untuk daerah dataran rendah yang bersuhu panas

– kalo ada yang perlu ditambahi, mari kita share bareng bareng.


Desain Kumbung Jamur Mempengaruhi Bentuk dan Hasil Jamur

September 4, 2012

Di setiap proses budidaya jamur, banyak faktor yang perlu di perhatikan oleh para petani, terutama petani jamur yang baru belajar membudidayakan jamur. Mulai dari faktor kualitas baglog jamur, perawatan baglog dan kumbung, desain kumbung jamur. Dan yang akan kami bahas disini adalah tentang desain kumbung jamur yang sering kali tidak sesuai/ kurang ideal.

Dalam pembuatan kumbung jamur, para petani terutama petani baru masih sering melakukan kesalahan dalam mendesain kumbung jamurnya. Hal ini sebenarnya karena kurang nya pengetahuan tentang habitat jamur yang baik untuk pertumbuhan jamur, disertai dengan tidak adanya pendampingan dari produsen baglog jamur yang mestinya lebih tau tentang desain jamur yang baik.

Berikut ini beberapa kesalahan dalam pembuatan  kumbung jamur:

1.  Kumbung gelap gulita tanpa pencahayaan dari luar. Kumbung tetap membutuhkan pencahayaan, bukan cahaya lampu, tapi cahaya matahari. Pada malam hari, kumbung tidak perlu diberi lampu dan biarkan gelap. Kumbung membutuhkan cahaya sebesar 20% atau tandanya anda bisa membaca tulisan di buku dengan jelas pada jarak 30 cm. Pencahayaan bisa dibuat dari: a) dinding terbuat dari anyaman bambu yang banyak rongganya, cahaya akan masuk; b) Untuk dinding bagian bawahnya bisa dipotong setinggi 40 cm dan cukup ditutup dengan plastik bening, sehingga cahaya (bukan cahaya langsung) bisa masuk tapi udara panas tidak akan masuk; c) buatkan atap dari fiber glass, cukup cahayanya yang masuk bukan panasnya.

2.  Kumbung tidak diberi sirkulasi udara yang cukup.  Untuk sirkulasi udara bisa dibuatkan dari: a) dinding terbuat dari anyaman bambu yang banyak rongganya, maka sudah cukup; b) dibuatkan pintu yang bisa dibuka tutup atau ; c) bagian bawah yang dipotong setinggi 40 cm bisa diganti paranet, agar jika terpapar panas, panasnya tidak masuk dan cukup udaranya saja.

3.  Jarak antar rak baglog jamur yang terlalu dekat. Banyak petani bermaksud mengisi sebanyak mungkin kumbungnya dengan baglog, sedangkan sebenarnya kapasitas kumbungnya terbatas. Akhirnya kumbungnya sesak  terisi baglog jamur. Ini akan terasa dampaknya saat panen jamur mulai tiba, ruangan akan dipenuhi dengan kabut spora yang beterbangan memenuhi ruangan. Hal ini akan mengurangi suplai oksigen kepada jamur yang sedang tumbuh jika tidak didukung dengan sirkulasi udara yang baik.

Faktor aktor dia tas bisa menyebabkan ruangan kumbung menjadi pengap, udara terlalu jenuh, karena sirkulasi udara pencahayaan yang kurang. Jika dibiarkan, dampaknya bisa dilihat saat panen jamur tiba, antara lain:

  • Jamur yg siap panen sebagian akan tampak layu dan kurang segar
  • Bentuk jamur sebagian akan menjadi kecil kecil sekali, padahal bibit jamurnya aslinya besar2
  • Bakal jamur/ pin head kadang ada yang mati sebelum tumbuh besar
  • Jamur menjadi jembek dan kekuningan karena udara yang jenuh dan terlalu lembab.

Dampaknya bagi petani jamur, jika jamur dijual pasti akan mendapat komplain dari bakul jamur atau konsumen langsung. Karena jamur dikira sudah busuk, layu, berat karena terlalu basah, dan tidak segar. Apalagi jika dijualnya dengan dibungkusi..!!

cat: – Kasus ini pernah terjadi pada petani jamur di sekitar kami

– belum sempat difoto buat dokumentasinya,maaf…:)

– silahkan tambahkan jika ada masukan ya?


Cara Mengoptimalkan Hasil Panen Jamur Tiram

April 15, 2012

          Para petani jamur tiram yang budiman, disini saya akan menjelaskan bagaimana cara mengoptimalkan hasil panen jamur tiram. Bagi para petani jamur terutama pemula, mungkin belum tahu bagaimana caranya merawat jamur dengan benar. Petani jamur sering mengalami kendala dalam perawatan jamur, salah satu kendala yang sering dialami oleh mereka adalah hasil panen jamur yang tidak optimal. Padahal baglog jamur masih produktif, tapi hasilnya tidak sesuai dengan yang diinginkan.

          Ada beberapa sebab yang membuat kenapa hal itu terjadi, antara lain:

1. Perawatan kumbung yang kurang optimal. Perawatan disini meliputi pengkondisian kumbung agar ideal untuk pertumbuhan jamur, dan menjaga kebersihan kumbung. Menjaga kondisi kumbung agar tetap ideal untuk pertumbuhan jamur sangat penting, karena akan mempengaruhi produktifitas dan umur baglog jamur itu sendiri.  Jika kondisi kumbung sering berubah ubah (dengan perubahan yang sangat mencolok), maka jamur akan stres dan mempengaruhi produktifitasnya. Kondisi yang ideal untuk kumbung jamur adalah suhu 22-28’C dan kelembaban 85-90%. Lakukan penyiraman lantai dan pengkabutan ruangan agar kondisi itu tercapai. Sedangkan kebersihan kumbung akan menunjang sirkulasi udara dalam kumbung agar tetap segar dan akan menjaga kumbung dari hama2 yang akan membuat sarang jika kumbung kotor, seperti kecoa dan semut yang akan memakan jamur yang sudah besar, laba2, rayap, dan ulat kecil yang hinggap di baglog yang kotor dan busuk.

2. Pembukaan baglog jamur. Banyak dari para petani yang hanya membiarkan begitu saja baglognya di kumbung tumbuh dengan sendirinya, padahal tiu tidak benar. Seperti bayi yang perlu diramut, baglog pun perlu diramut agar tetap produktif. Caranya! Buatlah bukaan di bagian belakang baglog setelah panen pertama dari depan, dan buka cincin baglog lalu lipat/ potong  plastik, dengan begitu baglog akan terbuka lebar bagian depannya. Hal ini akan membuat jamur bebas tumbuh keluar dan bnyak. Namun perlu diingat bahwa hal ini akan menimbulkan penguapan yang tinggi pada baglog, dan baglog akan cepat kering jika kondisi kumbung tidak dijaga dengan baik.

3. Peremajaan baglog jamur. Jika baglog sudah beberapa kali panen atau baglog sudah agak lama, biasanya permukaan baglog akan berwarna kecoklatan atau kehitaman, terutama di bagian depan yang dibuka lebar. Ini akan menghambat pertumbuhan jamur yang akan keluar, karena tertutup oleh serbuk kayu yang busuk atau mati. Maka lakukan peremajaan, yaitu dengan membersihkan bagian baglog yang kotor/ rusak dengan cara dikerik bagian permukaan yang kotor/ rusak tersebut agar terlihat lagi bagian yang putih dari baglog. Memang lama kelamaan baglog akan pendek, tapi cara ini makin membuat baglog lebih produktif. Cara ini akan memicu pertumbuhan jamur kembali setelah lama tidak panen.


4. Buatlah kejutan pada kumbung. Kejutan di sini adalah dengan melakukan penyinaran pada kumbung, tapi bukan sinar matahari langsung, dan jangan terlalu lama, cukup 10-15 menit aja lihat. Caranya yaitu dengan membuka pintu atau jendela kumbung yang mungkin sudah disediakan, dan secara otomatis sirkulasi udara juga akan bertambah. Jangan terlalu lebar, yang penting ada cahaya masuk yang bisa menerangi ruangan. Hal ini akan merangsang pertumbuhan jamur karena perubahan kondisi yang mendadak. Jika terlalu lebar dibuka, hawa panas bisa masuk dan merusak jamur yang sedang tumbuh dan suhu dan kelembaban kan berubah.

5. Buatlah kejutan lagi. Yaitu jika kumbung sudah begitu sangat lembab, disebabkan karena kondisi kumbung terlalu jenuh dengan uap air di udara. Ini juga bisa membuat jamur menjadi terlalu basah dan lembek kekuning kuningan. Maka hentikan penyiraman dan pengabutan selama 3-5 hari, ini akan membuat kumbung jadi normal kembali dan bisa merangsang pertumbuhan jamur karena perubahan kondisi yang terjadi.

Cara cara diatas pastinya berdasarkan pengalaman dari si penulis, dan saya harapkan ada masukan dari petani yang sudah punya pengalaman lebih dalam hal ini. Cara mengoptimalkan hasil panen jamur sampai masa produktifitas baglog jamur habis sangat penting, karena bisa jadi masa produktif sudah habis tapi produktifitas panen jamurnya rendah. Karena itu, jika ada masukan mari kita bagikan kepada sesama, agar petani jamur bisa sukses dan sejahtera. Amiin


Budidaya Jamur Ling Zhi

November 30, 2011

          Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia mungkin belum mengenal tentang jamur ling zhi. Jamur ini bukan jamur yang dapat dikonsumsi langsung seperti jamur tiram, merang, shitake,dll. Jamur ling zhi (Ganoderma lucidum) sudah dikenal luas di berbagai negara, terutama di negara negara produsen dan konsumen terbesar obat obat herbal atau tradisional, seperti China, Jepang dan korea. Menurut buku Pengobatan Herbal Tiongkok, ling zhi tercantum sebagai bahan obat nomor satu dari 365 bahan obat lainnya. Karena itu, ling zhi dijuluki sebagai jamur ajaib, jamur seribu khasiat, jamur abadi, dan raja herbal yang ajaib.

Jamur Ling zhi (Ganoderma lucidum)

              Di tanah air, produk herbal dari ling zhi sudah banyak beredar di pasaran, baik produk impor maupun domestik. Sayangnya jumlah petani jamur ling zhi di Indonesia terbilang masih sedikit. Budidaya ling zhi mungkin masih dianggap sebagai suatu usaha baru, spekulatif dan beresiko. Hal ini bisa disebabkan oleh kurangnya informasi, sosialisasi, pengetahuan, keragu raguan dan sebagainya. Karena peluang pasar jamur ling zhi masih besar, tidak ada salahnya kita belajar budidaya jamur ini.

               Berikut ini akan diuraikan tahap tahap budidaya jamur ling zhi.

A.  Media Tanam

Sebenarnya banyak jenis media tanam yang bisa digunakan untuk menanam jamur ling zhi, seperti serbuk sabut kelapa, serbuk kayu, jerami padi, ampas tebu, kapas, dll. Namun hal hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media tanam adalah segi ekonomisnya, baik menyangkut biaya, kualitas maupun cara memperolehnya.

Berdasarkan pengalaman, media untuk pembuatan jamur ling zhi menggunakan formula sebagai berikut.

–  Serbuk kayu sengon ( gergajian) 100 %

–  Kapur pertanian ( dolomit) atau kapur bangunan ( dolosit) 3%

–  Bekatul 15%

Berikut ini cara menyiapkan media tanam untuk budidaya jamur ling zhi.

 1.  Campur serbuk kayu, kapur, dan bekatul hingga rata.

2.  Tambahkan air hingga kandungannya 60%, lalu campur rata. Ketepatan presentase air tersebut ditamdai dengan kondisi media yang bila digenggam tidak keluar airnya dan ketika dilepas tidak pecah.

3.  Sterilkan atau komposkan dulu media taman. Caranya, tutup media dengan plastik selama 3-7 hri. Tujuannya, agar spora2 jamur patogen mati karena suhu media mencapai 70’C, dan agar campuran media tadi terurai. Kadar air untuk media baglog jamur ling zhi adalah 50 – 55%, dan setelah dikomposkan kadar air dalam media akan turun.

4.  Buka plastik media setelah 3-7 hri, lalu masukkan media ke dalam polybag dengan kepadatan 70%. Sebaiknya gunakan kantong plastik polypropylene (PP). Ketebalan plastik 0,5 mm dengan ukuran 20 x 30 cm atau 18 x 35 cm .

5.  Padatkan media di dalam kantong plastik hingga berbentuk seperti botol (baglog).

6.  Pasang ring di leher kantong plastik, lalu sumbat menggunakan kapas dan pasang penutup baglog agar air tidak masuk ke dalam baglog sat diuapi. Baglog siap disterilisasi.

B.  Sterilisasi

Setelah semua baglog siap, pekerjaan selanjutnya adalah sterilisasi baglog dalam bak pengukus, atau ruang cor beton atau drum. Prinsip kerjanya relatif sederhana, yakni memanfaatkan panas uap air. Proses sterilisasi ini membutuhkan waktu 8-10 jam pada suhu 105-110’C. Ketika suhu ruangan telah mencapai 100’C, pertahankan selama 3-5 jam. Tapi tungu dulu, lamanya waktu sterilisasi ini tergantung pada volume ruangan untuk sterilisasi baglog dan besar kecilnya api.  Dengan ruangan yang lebih kecil (misal drum yang ditingkat hingga atas), maka waktu sterlisasi bisa lebih cepat karena ruangan yang diuapi lebih kecil. Dan gunakan api yang besar dalam kondisi tetap stabil selama masa sterilisasi, agar tekanan dan panas tidak turun drastis. Jika turun drastis dalam waktu lama, biasanya bakteri dan jamur2 patogen akan bertahan hidup. Itu artinya baglog anda tidak steril dan gagal. Setelah selesai sterilisasi, buka penutup dan diamkan beberapa jam.

sterilisasi sederhana dengan drum, kapasitas 180-185 baglog.

Pakai kayu

C.  Inokulasi

Baglog yang sudah disterilisasi di bawa ke ruang inokulasi atau ruang pengisian bibit. Pembibitan paing bagus pada kondisi suhu baglog masih hangat hangat tai ayam, atau suhu antara 32-39’C. Jika terlalu dingin, pertumbuhan miselium akan terhambat meskipun bisa tumbuh. Sebaiknya ruangan inokulasi dalam keadaan steril dan sirkulasi udara ditutup agar tidak ada angin masuk yang bisa berpotensi membawa bibit2 jamur atau kuman yang bisa mengkontaminasi baglog saat proses inokulasi. Berikut ini tahap2 pengisian bibit ke baglog.

1.  Pegang botol bibit F3, lalu semprotkan alkohol ke botol tersebut.

2.  Panaskan sesaat mulut botol di atas api spirtus hingga sebagian kapas terbakar, lalu matikan. Tujuannya, agar spora dan bakteri mati.

3.  Buka kapas penyumbat botol yang berisi bibit, lalu aduk aduk menggunakan stick dari besi pipih  yang sebelumnya sudah dipanasi di atas apiu spirtus.

4.  Masukkan bibitdari botol ke baglog hingga leher ring baglog penuh, dan bisa ring bisa digetar getarkan agar bibit bisa tersebar merata di permukaan baglog. Setiap baglog diis sekitar 10 gram bibit.

Ruang inokulasi dan inkubasi

Di tempat kami, ruang inokulasi dan inkubasi dijadijan satu, untuk memperingan proses penataan di rak inkubasi. Bila membeli baglog ( atau bisa disebut bibit F4), petani tidak perlu lagi melakukan proses2 di atas. Baglog bisa langsung ditempatkan di rumah jamur.

D.  Inkubasi

Inkubasi adalah masa pemeraman, yakni masa antara masa inokulasi hingga tumbuh miselium. Tempat inkubasi sebaiknya gelap dan suhu ruangan relatif hangat, karena miselium jamur akan tumbuh lebih cepat. Setelah 20 hari, biasanya miselium jamur sudah tumbuh setengah dari baglog. Pada saat itulah, baglog siap dipindahkan ke rumah jamur untuk dibudidayakan. Bila dalam waktu itu baglog tidak ditumbuhi miselium, ada dari proses yang terbilang gagal.

E.  Proses Budidaya di Kumbung

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika proses budidaya di kumbung agar ling zhi tumbuh dan berkembang secara normal.

–  Kelembaban yang dibutuhkan adalah 80%. Tempatkan higrumeter di dalam kumbung untuk mengetahiu dan memastikan tingkat kelembaban udara stabil pada syarat yang ditentukan. Namun bagi petani jamur yang telah bepengalaman, hal ini bukan masalah lagi karena mereka sudah punya sense yang cukup tajam. Khusus untuk budidaya ling zhi di daerah dataran rendah yang suhunya terbilang tinggi, petani dapat mempertahankan kelembaban dengan penyiraman/ pengkabutan sedikitnya 3 kali sehari. Namun jika musim hujan cukup 1-2 kali.

–  Temperatur yang dibutuhkan sekitar 22 – 28 ‘C. Sebaiknya pertahankan temperatur sejak awal penanaman hingga panen agar pertumbuhan jamur normal. Bila perlu, letakkan termometer di rumah jamur.

–  Pertumbuhan jamur ling zhi  akan maksimal jika pencahayaan di dalam rumah jamur agak gelap. Lampu penerang justru tidak menguntungkan jika dipasang di dalam kumbung.

F.  Pemeliaharaan

a.  Penyiraman

Dalam fase pemeliharaan, yang perlu dilakukan adalah selalu menjaga suhu dan kelembaban rumah jamur hingga ling zhi siap panen. Untuk daerah dataran rendah, penyiraman dilakukan tiga kali sehari, yakni pagi (sekitar jam 08.00), siang (sekitar jam 12.00), dan sore (sekitar jam 15.00). Namun jika kondisi kumbung masih lembab, cukum disiram 2 kali. Sedangkan untuk daerah dataran tinggi tergantung kondisi setempat, jika sudah terpenuhi, tidak perlu lagi melakukan penyiraman.

Gunakan selang panjang agar bisa menjangkau setiap sudut ruangan rumah jamur. penyiraman diarahkan ke seluruh bagian kumbung, lantai, dinding anyaman (gedek), dan termasuk baglog.

b.  Pengontrolan Suhu dan Kelembaban

Suhu dan kelembaban baglog atau ruangan kumbung harus selalu dikontrol, karena pertumbuhan jamur sangat dipengaruhi oleh suhu dan kelembaban. Jika perbedaan suhu di dalam dan di luar kumbung masih di bawah 10’C, kondisi ini masih dianggap normal. Namun jika kelembaban udara yang terlalu tinggi (diatas 80%), kondisi ini akan memicu pertumbuhan mikroorganisme lainnya.

c.  Pembukaan Tutup Baglog atau Kapas Penyumbat

Setelah baglog dipenuhi miselium jamur berwarna putih, buka penutup atau kapas penyumbat baglog. Setelah dibuka, badan jamur akan keluar dan tumbuh lewat lubang baglog. Badan jamur (pin head) akan tumbuh 1-2 minggu setelah pembukaan tutup baglog.

G.  Panen

Ling zhi yang dibudidayakan baik di dataran rendah maupun tinggi, bia dipanen saat umur 3- 4 bulan, dihitung sejak munculnya bakal jamur (pin head). Pada umur tersebut, sosokling zhi tampak besar dan perkembangannya cukup maksimal. Dari pengalaman petani, setiap baglog dapat menghasilkan 40 gr ling zhi kering. Panen ling zhi sangat mudah, panen dilakukan pagi hari agar bisa langsung di jemur di terik matahari. caranya, potong pangkal tangkai ling zhi tepat di ring baglog enggunakan pisau tajam. Bila jamur kotor, cuci bersih menggunakan air sumur atau air PDAM, lalu keringkan langsung dibawah terik matahari.

Jamur ling zhi yang siap panen tanda fisik jamurnya adalah, bagian permukaan jamur berwarna merah merata, tidak ada warna kuning di bagian ujung tudung jamur, karena itu tandanya jamur masih dalam masa pertumbuhan (pelebaran tudung jamur). Bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

Ling zhi muda (tudung masih bisa melebar)

 

Tudung berwarna merah penuh (siap panen)

Perlu diingat, bagian yang dicuci hanya permukaan atas ling zhi. Jangan mencuci bagian bawah, karena di bagian tersebut zat zat yang berkhasiat obat tersimpan.

So, sobat…mari bertani jamur ling zhi yuk? (Sorry, gambarnya belum komplit)


Penyebab Baglog Jamur Tiram Sulit Panen

Agustus 8, 2011

Suatu ketika ada beberapa pembudidaya jamur yang bertanya mengenai  baglog jamur yang dia budidayakan. Pertanyaannya yaitu kenapa baglog jamur yang sudah tumbuh penuh sulit keluar bakal jamurnya. Pertanyaan ini  mungkin bisa diperjelas lagi, yaitu baglog sulit keluar jamur pada awal pembukaan dan lamanya rentang antar panen pada baglog jamur. Penyebab pemasalahan ini bukan hanya pada petani yang membudidayakan baglog jamurnya, tapi juga pada proses pembuatan baglog jamur, yaitu pada petani penyedia baglog jamur.

Permasalahan yang disebabkan oleh pembudidaya baglog jamur yaitu karena rumah/kumbung jamur kurang ideal untuk pertumbuhan jamur. Bisa dikarenakan desain kumbung  jamur yang kurang tepat, antara lain:

1. Atap kumbung terlalu rendah, sehingga ruangan menjadi pengap/ sumuk dan akan mudah meningkatkan suhu ruangan. Artinya kondisi ruangan tidak memenuhi syarat tumbuh jamur.  Kecuali jika pendirian kumbung berada di bawah pohon yang teduh dan rindang.

2.  Kumbung jamur terlalu gelap karena tertutup rapat tanpa sirkulasi, hal ini akan menghambat pertumbuhan pin head/ bakal jamur. Pada masa pertumbuhan jamur pada baglog, butuh pencahayaan sebesar 10-15 %. Bukan sinar matahari langsung yang masuk ke dalam kumbung.

– Sedangkan bagi pembudidaya jamur, perlu dilakukan perawatan baglog secara  rutin selama masa produktir.  Lakukan pembukaan pada bagian depan baglog, baglog yang dibuka adalah baglgo yang pernah panen minimal  1 kali, tampak seperti gambar dibawah:

Baglog dengan bukaan depan

Baglog dengan bukaan depan (2)

Lakukan selalu peremajaan pada bagian baglog yang rusak/ kotor, yaitu dengan membersihkan bagian yang rusan sampai terlihat bagian baglog yang putih. Tujuannya adalah untuk memicu pertumbuhan bakal jamur lagi. Pembukaan seperti diatas bisa dilakukan bila kondisi suhu dan kelebaban bisa dijaga ideal, karena jika tidak (suhu lebih dari 28’C dan kelembaban kurang dari 70%) akan menyebabkan terjadi penguapan yang tinggi yang mengakibatkan baglog menjadi kering. Jika tidak memungkinkan untuk melakukan pembukaan, anda bisa melubangi atau menyobek (sambil dilukai baglognya) seukuran 1×1 cm sebanyak 2-4 bagian pada sisi depan dan belakang. Hal ini bisa mengurangi penguapan yang tinggi.

– Dan terakhir,  pada proses pembuatan baglog jamur. Dari pengamatan dan studi banding yang telah kami lakukan, bahwa baglog jamur akan mengalami kesulitan pada pertumbuhan pih head/ bakal jamur pada awal panen dan pada pertumbuhan berikutnya dikarenakan serbuk kayu yang dipakai dalam pembuatan baglog masih belum benar benar lapuk. Hal ini akan menghambat penyerapan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bakal jamur. Ada beberapa tanda dan akibat dari pemakaian serbuk yang masih mentah/ belum lapuk, antara lain:

1. Pada permukaan baglog akan tumbuh daging berwarna kekuning kuningan ( ngoncom), dan akan tampak jika baglog sudah mulai dipenuhi miselium jamur.

2. Keluarnya pin head/ bakal jamur sejak pembukaan pertama sangat lama, antara 3-4 minggu, padahal idealnya 1-2 minggu sejak pembukaan.

3. Jarak panen dengan panen sebelumnya sangat lama, bisa jadi tidak panen lagi dan baglog akhirnya menjadi membusuk, padahal masih dalam masa produktif.

4. Baglog tidak bisa berwarna putih pekat seperti tempe.

5. Jamur yang tumbuh akan layu dan kering sebelum waktunya panen. Hal ini disebabkan penyerapan nutrisi pada baglog kurang optimal, karena serbuk yang belum lapuk akan sulit untuk diuraikan menjadi makanan bagi jamur.

Oleh sebab itu, usahakan agar serbuk kayu yang dipakai dalam kondisi melapuk, adapun cara untu melapukkan adalah:

1. Biarkan serbuk kayu di tumpukan luar atau yang sudah dibungkus glangsing  selama minimal 3 minggu, agar terjadi pelapukan alami. Bisa dibantu dengan menyirami serbuk dengan air dengan tujuan agar resin/ getah kayu bisa larut ke bawah, sehingga pelapukan semakin cepat.

Pelapukan serbuk kayu

2. Lakukan pengomposan/ fermentasi pada media baglog yang sudah diacampur dengan bahan lain dan sudah diraduk dengan air. Waktu pengomposan selama minimal 3 hari. Caranya, tutup rapat saduran tadi dengan plastik atau apapun yang bisa buat nutup.  Seperti gambar diabawah ini:

Bahan campuran baglog jadi satu

Proses penyaduran

Proses pengomposan, tutup rapat

Selamat mencoba!!!
Kalo ada masukan bisa sharing ya…

Cara Mengawetkan Sayur Jamur Tiram ( part 2)

Juni 12, 2011

          Sobat, kemarin saya telah tuliskan bagaimana cara mengawetkan sayur jamur tiram, tapi cuma judulnya aja, hehehe. Nah sekarang, di bagian ini saya akan menjelaskan apa saja yang dibutuhkan untuk mengawetkan sayur jamur tiram. Kita kan tau ( terutama para petani jamur), bagaimana sih cara mengawetkannya!. Di jemur di reik matahari, dimasukin lemari es!, semuanya salah. Yang mau saya jelaskan bukan hanya mengawetkan sayur jamur agar tidak busuk, tapi bagaimana agar kesegaran tampilannya juga terjaga, sehingga sayur jamur bisa dijual dalam waktu beberapa hari kedepan. Kalau dimasukkan ke lemari es, jamur memang tidak akan busuk dalam beberapa waktu, tapi tampilan jamur sudah tidak layak untuk dijual. Nah, yang diinginkan petani jamur kan bagaimana jamur yang misalkan panen banyak, terus pasar tidak bisa menyerap lebih dari kapasitas produksinya, maka jamur harus disimpan untuk dijual besoknya kan! Daripada dibuang, kan rugi!

Berikut ini akan akan saya beritau apa saja sih yang dibutuhkan untuk menjaga keawetan dan kesegaran sayur jamur! Yang perlu dipersiapkan adalah:

1. Kotak stereoform

Kotak stereoform

Gak usah mahal2, yang penting kotaknya bisa ditutup rapat.

2. Pelepah batang pisang (debok pisang)

pelepah batang pisang

    Bukan batangnya utuh yang dipakai, tapi diambil 1,2 atau 3 lembar.

3. Es batu

Es batu

Es batu buatan sendiri juga bisa kok! yang penting es batu kan!

Nah setelah itu, apa yang harus dilakukan terhadap tiga bahan itu sobat….!

Ikuti tulisan kami selanjutnya ya! hehehe…


Cara Mengawetkan Sayur Jamur Tiram

Maret 23, 2011

Kita tahu bahwa sayur jamur tiram tidak bisa tahan lama setelah dipetik dari baglog, jadi sayur jamur tiram harus sebisa mungkin segera dijual sejak setelah dipetik. Karena sayur jamur tiram tidak bisa diawetkan, dalam artikan dari segi penampilannya/ kesegarannya. Karena konsumen yang membelil jamur pasti akan melihat kesegaran jamur yang hendak mereka beli, jika sudah layu, jemek dan berwarna putih kecoklatan, konsumen pasti tak akan mau beli. Padahal sebenarnya jamur tersebut  masih bisa dikonsumsi lho! Jadi, bagaimana caranya agar kesegaran tampilan sayur jamur tiram tetap terjaga?

Begini caranya…..(to be continue). wkwkwkwk