ANTARA JAMUR TIRAM FLORIDA DAN TIRAM OSTERN

Februari 27, 2011

Mungkin bagi sebagian orang awam atau pemula dalam budidaya jamur belum mengenal jenis jenis jamur, terutama jamur tiram. Seperti yang telah saya jelaskan dalam tulisan saya dulu tentang jenis jenis jamur tiram, tapi semuanya adalah jenis jamur tiram florida, yang membedakan adalah hanya warnanya saja.

Nah, sekarang bukan warnanya yang beda, tapi strukturnya juga beda. Yaitu perbedaan antara jamur tiram florida dan tiram ostern. Jamur tiram florida tudungnya cenderung membentuk payung dan melebar, dan ukuran batang tidak besar. Sedangkan tiram ostern tudungnya menguncup ke atas dan tidak melebar, sedangkan ukuran batang besar dan kokoh, ada yang menyebutnya seperti terompet. Bisa dilihat di gambar di bawah ini.

Jamur Tiram Florida (kiri) dan Jamur Tiram Ostern (kanan)

Tampak bawah

Pengalaman saya, ada pemesan baglog jamur ke petani untuk buatkan baglog jamur tiram jenis ostern, karena pasaran mereka adalah outlet outlet jamur krispi. Karena untuk jamur yang paling baik untuk jamur krispi adalah dengan memakai bahan jamur mentah jenis ostern, karena batangnya yang besar. Ceritanya, ternyata pemesan baglog tersebut tertipu oleh petani karena baglog jamur yang keluar adalah jamur tiram jenis florida. Alangkah kecewanya mereka, akhirnya mereka mencari petani pembuat baglog jamur yang bisa membuatkan baglog jamur jenis ostern. Makanya anda harus hati hati dan jeli memilih petani yang jujur sebelum terlanjur…


MENGETAHUI BAGLOG JAMUR YANG BAGUS

Februari 26, 2011

Bagi pemula dalam budidaya jamur, membeli baglog adalah cara yang paling mudah. Baglog adalah media siap panen, pembeli tinggal merawat dengan mengkondisikan lingkungan tempat baglog diletakkan agar sesuai dengan kondisi ideal untuk pertumbuhan jamur. Dan pembeli baglog tinggal menunggu sampai waktu panen tiba. Mudah kan! Tapi, bagi pemula ada beberapa hal yang tidak mereka ketahui tentang kualitas baglog yang dibelinya.

Bagi anda yang pemula dalam budidaya jamur dengan membeli baglog jamur, perhatikan kualitas baglog jamur yang anda beli sebelum barang dikirim ke tempat anda. Anda perhatikan gambar di bawah ini:

Gambar 1. Baglog jamur yang bagus

Gambar 2. Baglog jamur yang jelek

1. Baglog  yang bagus akan terlihat regenerasi miselium jamurnya tumbuh merata diseluruh lingkar baglog. (gambar no 1).

2. Baglog yang jelek pertumbuhan miseliumnya terhambat, seperti berhenti, dan tumbuhnya tida merata. Miselium tidak sepenuhnya menutupi seluruh bagian baglog, sehingga terkesan masih ada bercak. ( gambar no 2).

3. Jangan pilih baglog yang sudah putih penuh dan terlihat agak keriput walaupun belum dibuka penutup kapas/ kertasnya, karena kemungkinan baglog sudah lama putih tapi belum dibuka buka. Karena jika baglog tidak segera dibuka jika sudah putih full (bahkan disarankan baglog dibuka saat miselium sudah tumbuh 80%), miselium jamur akan menghisap nutrisi yang ada dalam baglog, karena miselium akan tetap merambat walau baglog sudah putih full. Sehingga nantinya jamur yang dipanen akan berkurang karena nutrisinya termakan oleh miseliumnya sendiri saat masih belum dibuka.

Memilih baglog jamur yang bagus akan berpengaruh terhadap hasil jamur yang dipanen nanti. Maka anda ( pembudidaya jamur yang membeli baglog jamur), jelilah memilih baglog jamur yang akan anda beli. Dan sebelum baglog dikirim, ada beberapa hal yang perlu anda ketahui:

1. Pastikan baglog jamur tumbuh miseliumnya minimal  25-30%, konsidi ini dipastika baglog berhasil tumbuh dengan baik.

2. Jangan menerima baglog yang barusan dibibit, yang artinya miselium belum merambat. Karena baglog masih sangat lemah, sehingga rawan mati jika dibawa dalam perjalanan jauh. Karena itu, jika anda pesan baglog, anda harus sabar menunggu. Karena untuk menumbuhkan miselium jamur hingga tumbuh 30-50%, harus di inkubasi/ disimpan selama kurang lebih 15 hari di petani pembuat baglog dan bibit jamur.

Demikianlah tips dalam memilih baglog dan kapan baglog layak untuk dikirim, agar anda tidak tertipu oleh petani jamur yang nakal. Semoga sukses.


Jenis Jenis Jamur Tiram

Desember 26, 2010

Pleurotus ostreatus

Jamur tiram biru

Selama ini, jamur tiram yang dalam klasifikasi botaninya bernama pleurotus, yang kita kenal selama ini adalah jamur tiram putih. Padahal ada beberapa jenis jamur tiram selain jamur tiram putih yang bisa dibudidayakan, yaitu jamur tiram biru, jamur tiram coklat, jamur tiram abu abu, jamur tiram merah/ pink. Berikut ini penjelasannya:

1. Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus), dikenal juga dengan nama shimeji white (varietas florida). Warna tubuh buahnya putih sampai putih kekuningan dengan diameter tudung 3-14 cm.

2. Jamur tiram biru ( Pleurotus ostreatus columbinus). Warna tudungnya biru keunguan, tudung berukuran kecil dan tubuh buah besar dan kaku. diameter antara 4-6 cm

3. Jamur tiram coklat (Pleurotus cystidiosus), dikenal dengan nama jamur abalon. Warna tudungnya keabu abuan sampai abu abu kecoklatan. Diameternya antara 5-12 cm.

4.  Jamur tiram abu abu (Pleurotus Sajorcaju), dikenal dengan shimeji grey karena tudung berwarna abu kecoklatan sampai kuning kehitaman dengan diameter 6-14 cm.

5. Jamur tiram merah/ pink (Pleurotus flabellatus), dikenal dengan nama sakura karena tudungnya berwarna kemerahan. Diameter antara 5-12 cm.

Diantara keempat jenis jamur tiram yang dibudidayakan, Pleurotus ostreatus paling digemari petani karena memiliki sifat yang adaptif dan tahan lama penyimpanan, selain juga karena sudah memasyarakat. Jenis jamur lainnya kurang popular di Indonesia karena warnanya yang mencolok dan terkesan aneh memberi kesan jamur beracun, hal ini disebabkan oleh ketidaktahuan masyarakat. Anda tinggal pilih, mau budidaya jamur tiram jenis apa!

 


Budidaya jamur di musim hujan

November 20, 2009

Membudidayakan jamur di musim hujan adalah pilihan yang paling bijak bagi pemula budidaya jamur. Karena dengan adanya musim hujan, jamur yang dibudidayakan akan mudah sekali tumbuh. Ini dikarenakan lingkungan tumbuh sekitar jamur menjadi lembab dan dingin dikarenakan guyuran air hujan. Sehingga produktifitas panen jamur meningkat, ditandai dengan mudahnya jamur tumbuh kembali dalam waktu yang relatif cepat setelah dilakukan pemanenan sebelumnya.
Hal ini akan menguntungkan pembudidaya jamur yang ingin mendapatkan hasil panen yang optimal, sehingga pemasukan mengalir deras seperti derasnya air hujan di musim hujan.


Bagaimana pemasaran jamur tiram yang efektif?

Mei 9, 2009

Pemasaran adalah kunci utama kesuksesan dalam budidaya jamur tiram.
Keharusan melakukan pemanenan setiap hari ditambah dengan kondisi jamur tiram yang cepat layu membuat tatacara pemanenan harus dibuat sebaik dan seefektikf mungkin.

 

Penjadualan panen juga sangat diperlukan untuk menjaga kestabilan volume pemasaran. Misalnya sudah terbentuk demand pasar sejumlah 50 kg /hari, kita perlu melakukan rotasi pemanenan kumbung dengan baik dan stabil, karena jika tidak, maka pasar tidak lagi akan mempercayai kita, akibatnya nanti jika terjadi pemanenan serentak dengan hasil banyak, kita akan kesulitan melakukan penjualan.

Pengemasan yang baik akan sangat menunjang harga jual dan kualitas dari jamur tiram itu sendiri. Jamur tiram sebaiknya dikemas dalam plastik ukuran 0,03x18mm dengan kapasitas per plastik sekitar 200 gram. Pada proses pengemasan disarankan sekali menggunakan plastic sealer agar kondisi dalam plastik menjadi kedap udara. Jamur dalam kondisi ini akan tetap segar meskipun hingga 3 hari.

Langkah pemasaran terbaik adalah :

1. Lakukan pemanenan maksimal 3 jam sebelum dikemas
2. Gunting tangkai (bonggol) jamur lalu pisahkan jamur yang baik dengan  jamur yang kond disinya kurang baik.

3. Timbang dengan ukuran yang dibutuhkan (200 gr, 250 gr, atau 500 gr)

4. Masukkan ke dalam plastik dan lakukan sealer ( dipress)
5. Satukan jamur sesuai pesanan ( per 3 kg atau per 5 kg)
6. Jamur siap diedarkan ke tingkat tengkulak (bakul)

Kalau Belum Memulai Memang Takut

Mei 9, 2009

Cuplikan berikut diambil dari salah satu mailing list, yg penulis ikuti dan juga diambil dari buku “10 PENGUSAHA YANG SUKSES MEMBANGUN BISNIS DARI NOL”

Buat kawan2 .. diantara kita mungkin sudah banyak yang kepingin mandiri alias sudah capek jadi karyawan karena beberapa alasan.. Entah karena merasa sudah mentok… karena merasa hasilnya cuma segitu-gitu saja…atau merasa kita yang kerja keras kok duitnya yang menerima orang lain… atau karena alasan lain yang sifatnya sangat pribadi sehingga mulai terpikir untuk mandiri saja… buka usaha sendiri… MASALAHNYA…. masih takut-takut… jangan kemampuannya belum cukup untuk mandiri… menjadi wirausahawan…

Rata-rata pebisnis yang telah sukses pun dulunya juga takut ketika akan mulai… namun kemudian berani dan belajar sambil jalan… yang penting.. kita harus suka dulu dengan bidang yang kita pilih… kalau kita suka… everything will be smooth dan tiap hambatan akan dirasakan menjadi lebih ringan…

Dan memang, ketika akan memulai menseriusi menjadi bisnis, umumnya orang2 juga ada ketakutan akan memulai. Tetapi, ada pesan penting, seperti yang saya baca di buku “10 PENGUSAHA YANG SUKSES MEMBANGUN BISNIS DARI NOL” terbitan Gramedia dan ditulis Sudarmadi, rata-rata pengusaha kalau lagi mau memulai memang ada perasaan takut memulai seperti itu. Takut nggak bisa ini-itu. Tapi mereka kemudian menjadi percaya diri karena sembari jalan juga sembari jalan. Orang yang sukses itu orang yang bisa belajar sembari mencoba. Dan nggak ada orang yang sudah perfect sebelum memulai.

Menurut Harry Sanusi, salah satu pengusaha sukses yang diulas di buku itu, beliau menyatakan ” Pada dasarnya bisnis merupakan sebuah proses yang akan berjalan dan berkembang tahap demi tahap secara alami. Jangan menunggu keadaan sempurna dulu baru kemudian memulai. Memang, kadang kalau dibayangkan dari luar atau ketika kita belum memasuki bisnis itu, kita merasa sepertinya pekerjaannya begitu sulit dan kompleks. Padahal kalau sudah masuk, sebenarnya nggak sulit dan kita pun bisa belajar secara alamiah. Pasti, nanti sambil jalan biasanya banyak perusahaan yang akan menawarkan jasanya kepada kita sembari mengajari. Ini proses yang terjadi secara alami.

Begitu kita masuk di sebuah industri maka akan banyak orang yang menawarkan diri. Harus diingat, bagaimanapun orang lain juga mau cari uang. Jadi misalnya kita butuh ini-itu, maka nggak usah kita cari pun orang akan segera tahu dan pasti mendatangi kita”. Saya kira pesan beliau itu bisa menjadi pembelajaran bagi kita2 yang ingin memulai usaha tapi masih takut-takut… Sukses buat kita semua.. Salam

(Wisdom ini saya ambil dari buku “10 Pengusaha Yang Sukses Membangun Bisnis dari 0”, disusun Sudarmadi dan diterbitkan Gramedia Pustaka Utama).


Budidaya jamur Tiram

Mei 7, 2009

I. SYARAT TUMBUH
Tempat tumbuh Jamur tiram termasuk dalam jenis jamur kayu yang dapat tumbuh baik pada kayu lapuk dan mengambil bahan organic yang ada didalamnya. Untuk membudidayakan jamur jenis ini dapat menggunakan kayu atau serbuk gergaji sebagai media tanamnya. Serbuk kayu yang baik untuk dibuat sebagai bahan media tanam adalah dari jenis kayu yang keras sebab kayu yang keras banyak mengandung selulosa yang merupakan bahan yang diperlukan oleh jamur dalam jumlah banyak disamping itu kayu yang keras membuat media tanaman tidak cepat habis. Kayu atau serbuk kayu yang berasal dari kayu berdaun lebar komposisi bahan kimianya lebih baik dibandingkan dengan kayu berdaun sempit atau berdaun jarum dan yang tidak mengandung getah, sebab getah pada tanaman dapat menjadi zat ekstraktif yang menghambat pertumbuhan misellium. Hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan serbuk kayu sebagai bahan baku media tanam adalah dalam hal kebersihan dan kekeringan, selain itu serbuk kayu yang digunakan tidak busuk dan tidak ditumbuhi jamur jenis lain.
Untuk meningkatkan produksi jamur tiram, maka dalam campuran bahan media tumbuh selain serbuk gergaji sebagai bahan utama, perlu bahan tambahan berupa bekatul dan tepung jagung. Dalam hal ini harus dipilih bekatul dan tepung jagung yang mutunya baik, masih baru sebab jika sudah lama disimpan kemungkinan telah menggumpal atau telah mengalami fermentasi serta tidak tercampur dengan bahan-bahan lain yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur. Kegunaan penambahan bekatul dan tepung jagung merupakan sumber karbohidrat, lemak dan protein. Disamping itu perlu ditambahkan bahan-bahan lain seperti kapur ( Calsium carbonat ) sebagai sumber mineral dan pengatur pH meter
Media yang terbuat dari campuran bahan-bahan tersebut perlu diatur kadar airnya. Kadar air diatur 60 – 65 % dengan menambah air bersih agar misellia jamur dapat tumbuh dan menyerap makanan dari media tanam dengan baik Penambahan air yang tidak bersih dapat menyebabkan media terkontaminasi dengan mikroorganisme
Tingkat keasamon ( pH)
Tingkat keasaman media sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur tiram. Apabila pH terlalu rendah atau terlalu tinggi maka pertumbuhan jamur akan terhambat. bahkan mungkin akan tumbuh jamur lain yang akan mergganggu pertumbuhan jamur tiram itu sendiri. Keasaman pH media perlu diatur antara pH 6 – 7 dengan menggunakan kapur ( Calsium carbonat )
Suhu udara
Pada budidaya jamur tiran suhu udara memegang peranan yang penting untuk mendapatkan pertumbuhan badan buah yang optimal. Pada umumnya suhu yang optimal untuk pertumbuhan jamur tiram, dibedakan dalam dua fase yaitu fase inkubasi yang memerlukan suhu udara berkisar antara 22 – 28 OC dengan kelembabon 60 – 70 % dan fase pembentukan tubuh buah memerlukan suhu udara sama antara 22 – 28  ‘C untuk jamur tiram putih dan  22–30 ‘C untuk jamur tiram coklat, dengan kelembaban sama 85 – 95 %.

Cahaya
Pertumbuhan misellium akan tumbuh dengan cepat dalam, keadaan gelap/tanpa sinar, Sebaiknya selama masa pertumbuhan misellium ditempatkan dalam ruangan yang gelap, tetapi pada masa pertumbuhan badan buah memerlukan adanya rangsangan sinar. Pada tempat yang sama sekali tidak ada cahaya badan buah tidak dapat tumbuh, oleh karena itu pada masa terbentuknya badan buah pada permukaan media harus mulai mendapat sinar dengan intensitas penyinaran ? 60 – 70 %.

II. TAHAPAN DALAM KEGIATAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM

  1. Persiapan Media Tanam
    Sebelum dilakukan penanaman ( inokulasi ) bibit kedalam media tanam, perlu dilakukan persiapan-persiapan antara lain:
    a. Menyiapkan bahan dan alat yang digunakan.
    b. Mencampur serbuk kayu dengan bahan-bahan lain seperti bekatul, tepung jagung dan kapur sampai merata ( homogen ) kemudian diayak. Untuk lebih lengkap formula komposisi media jamur sebagai berikut:

Komposisi Media tanam (kg)

formula1

formula1

dan

formula2

formula2

c. Menambah air hingga kandungan air dalam media menjadi 60?-65 % lalu tentukan pH-nya dengan kertas lakmus. Tandanya bahwa campuran sudah tepat yaitu saat campuran itu digenggam maka dapat mengepal tapi tidak mengeluarkan air, maka campuran sudah bagus.
d. Memasukkan media tanam kedalam kantung plastik polypropilene dan memadatkannya lalu bagian atas kantung plastik diberi cincin paralon kemudian dilubangi 1/3 bagian dengan kayu dan ditutup dengan kertas lilin serta diikat dengan karet pentil.
e. Melakukan sterilisasi pada suhu 120 ‘C selama 7 – 8 jam. Itu kondisi paling aman agar baglog kita steril.
f. Mendinginkan media tanam selama 8 – 12 jam dalam ruangan inokulasi. Pada rentang waktu itu langsung dimasukkan bibit ke dalam bag log, walau media masih hangat.

2. Penanaman ( Inokulas)
a. Inokulasi dilakukan setelah media tanam dingin dengan suhu antara 22 – 28 ‘C.
b. Menyiapknn alat dan bahan yang diperlukan dalam proses penanaman ( inokulasi ).
c. Sterilisasi semua alat dan bahan yang akan digunakan
d. Membuka penutup/ kertas lilin dan memasukkan bibit dari dalam botol kedalam media tanam dengan menggunakan stik inokulasi.
e. Menutup kembali penutup/kertas lilin dan mengikat dengan karet pentil.
f. Memindahkan media tanam yang telah ditanami bibit tersebut kedalam ruangan inkubasi sampai tumbuh misellium jamur, Lamanya penumbuhan misellium jamur antara 35-40 hari.
g. Setelah misellium memenuhi kantong plastik dipindahkan ke ruang produksi dengan membuka tutup kontong plastik dan menyemprot air secara teratur

3. Panen

Setelah 10 – 15 hari setelah cincin dibuka, kemudian dapat dipanen untuk pertama kali, panen berikutnya setiap hari  secara teratur selama masa produktif 4 bulan ( jika perawatan bagus bisa lebih). Per log membutuhkan siklus waktu 15 hari untuk panen lagi. Jadi 4 bln x 2 kali penen / bln = 8 kali panen.

–   harga jamur dari petani/ pembudidaya jamur = Rp 10.000 (untuk Jawa Timur), tapi  bisa berbeda beda untuk tiap daerah.

kumbung jamurku

kumbung jamurku